Gelar Gebyar Cinta 1000 Anak Yatim, YBWSA Luncurkan Gerakan Orang Tua dan Kakak Asuh

3 Min Read
YBWSA menggelar kegiatan “Gebyar Cinta 1000 Anak Yatim” sekaligus meluncurkan Gerakan Kartu Orang Tua Asuh dan Kartu Kakak Asuh (KOKA) di Lapangan Sepak Bola Taman Bumi Rejo, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (25/6/2026). Foto: Siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) menggelar kegiatan “Gebyar Cinta 1000 Anak Yatim” sekaligus meluncurkan Gerakan Kartu Orang Tua Asuh dan Kakak Asuh (KOKA) di Lapangan Sepak Bola Taman Bumi Rejo, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 1.026 anak yatim tersebut menjadi wujud kepedulian sosial YBWSA dalam menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak yatim. Menariknya, acara ini juga melibatkan sekitar 80 anak yatim nonmuslim sebagai bentuk semangat kemanusiaan yang inklusif.

Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan 10 Muharram yang selama ini rutin dilaksanakan YBWSA. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar di lingkungan kampus, kali ini kegiatan sengaja dibawa lebih dekat ke tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kami bisa berbagi kasih dengan 1.026 anak yatim, termasuk sekitar 80 anak yatim nonmuslim. Tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di auditorium kampus, tetapi sekarang kami ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyampaikan visi dan misi YBWSA sebagai yayasan sosial,” ujarnya.

Menurut Bambang, peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh dan Kakak Asuh bertujuan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membantu anak-anak yatim secara berkelanjutan. Melalui program tersebut, masyarakat dapat memberikan donasi sesuai kemampuan yang kemudian dihimpun untuk mendukung kebutuhan dan masa depan anak-anak yatim.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencintai, menyayangi, dan memperhatikan anak-anak yatim. Berapapun kontribusi yang diberikan akan sangat berarti untuk menumbuhkan semangat dan kebahagiaan mereka. Anak-anak yatim harus merasa bahwa mereka tidak sendiri, ada banyak orang yang peduli kepada mereka,” jelasnya didampingi Sukijan Athoillah, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Bidang Wakaf, Dakwah, dan Pesantren YBWSA.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak memandang perbedaan agama maupun latar belakang. Karena itu, keterlibatan anak-anak yatim dari berbagai keyakinan dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen YBWSA dalam menjunjung nilai kemanusiaan.

Acara tersebut dihadiri Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., para wakil rektor dan dekan, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), H. Anas Nasikin, M.Si, perwakilan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Camat Banyumanik, lurah setempat, serta para pendamping anak yatim.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Gebyar Cinta 1000 Anak Yatim juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan pemberian santunan bagi para peserta. Kehadiran relawan, donatur, dan masyarakat umum semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membantu anak-anak yang membutuhkan.

”Melalui kegiatan ini, YBWSA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kesejahteraan anak-anak yatim melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang berkelanjutan. Dengan mengusung semangat cinta, kepedulian, dan kebersamaan, Gebyar Cinta 1000 Anak Yatim diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi para peserta,” jelasnya. she

Share This Article