SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP) menorehkan prestasi di tingkat regional. Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri menjadi juara 2 dalam Kompetisi Riset Unggulan Kota Surakarta 2026.
Tim yang beranggotakan Luis Ibanez Sitinjak dan Fajar Daruwijaya karya ilmiah inovatif berjudul “Desain Konseptual Paving Block Permeabel BioSil-C Berbasis Biochar Tempurung Kelapa dan Nanosilika Aktif sebagai Solusi Nature-Based Penanganan Banjir dan Remediasi Tanah Perkotaan di Surakarta.”
Kejuaraan ilmiah ini diselenggarakan Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta, bertema “Penguatan Kebijakan Berbasis Pengetahuan untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Daya Saing Kota Surakarta”. Kompetisi ini mengajak mahasiswa menciptakan karya ilmiah dan inovasi yang relevan dengan prioritas pembangunan kota sehingga mendukung kemajuan daerah.
Di bawah bimbingan, Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., I.P.M., ASEAN Eng., tim SV UNDIP menciptakan produk inovatif BioSil-C sebagai alternatif infrastruktur hijau. Produk BioSil-C merupakan konsep paving block permeabel yang memanfaatkan biochar tempurung kelapa dan nanosilika aktif untuk mengatasi dua permasalahan perkotaan secara bersamaan, yaitu banjir akibat rendahnya daya resap permukaan tanah dan pencemaran polutan logam berat yang terbawa air hujan.
Gagasan sekaligus menjawab persoalan titik genangan air yang kerap melanda wilayah Surakarta melalui rekayasa material kimia, BioSil-C mengombinasikan laju infiltrasi air yang tinggi dengan kemampuan remediasi lingkungan dalam satu produk. Selain itu, produk BioSil-C juga mendukung pembangunan rendah karbon. Analisis Siklus Hidup atau Life Cycle Assessment (LCA) yang disusun oleh tim membuktikan bahwa penggunaan material berbasis biochar mampu mereduksi jejak karbon hingga lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan paving block konvensional, menjadikannya sangat relevan bagi program pembangunan rendah karbon.
Dr. Fahmi Arifan menegaskan, pencapaian membanggakan dan menunjukkan kualitas mahasiswa Sekolah Vokasi UNDIP yang kompetitif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Prestasi ini membuktikan mahasiswa vokasi UNDIP memiliki keunggulan dalam teknis rekayasa, sekaligus mampu menciptakan solusi inovatif terhadap permasalahan yang nyata di masyarakat,” katanya.
Sementara, Luis Ibanez Sitinjak selaku ketua tim menjelaskan, konsep BioSil-C didasari pada upaya menghadirkan solusi tata ruang yang komprehensif, tidak sekadar mengatasi bencana banjir tetapi juga membawa dampak pemulihan lingkungan berkelanjutan.
Menurutnya, penanganan banjir di perkotaan tidak lagi cukup pada perluasan kapasitas saluran drainase, melainkan harus menyentuh akar permasalahan dengan mengembalikan daya resap alami tanah sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
“Melalui BioSil-C, kami mencoba menawarkan konsep material yang memanfaatkan sumber daya lokal dan berpotensi diterapkan sebagai bagian dari infrastruktur hijau Kota Surakarta,” ujarnya.
Prestas Luis Ibanez Sitinjak dan Fajar Daruwijaya ini merefleksikan Sekolah Vokasi UNDIP yang mampu menghasilkan riset-riset terapan aplikatif dan berdampak luas bagi masyarakat, mendukung UNDIP bermartabat, UNDIP bermanfaat. she

