By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: Vitamin D dan Matahari Pagi: Memahami Manfaat Tanpa Berlebihan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Kesehatan

Vitamin D dan Matahari Pagi: Memahami Manfaat Tanpa Berlebihan

Jatengdaily.com
Published: 7 November 2026 17:24
Share
SHARE

Oleh:apt. Riza Maulana, M.Pharm.Sci.

Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

VITAMIN D kerap disebut vitamin sinar matahari karena kulit dapat membentuknya ketika terpapar radiasi ultraviolet B (UVB). Zat gizi ini membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, dua mineral yang dibutuhkan untuk menjaga tulang dan gigi. Vitamin D juga berperan dalam fungsi otot dan sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, bukan berarti kita harus berjemur selama mungkin atau sengaja membuat kulit menjadi gelap untuk memperoleh manfaatnya.

Ada hal penting yang perlu dipahami: cahaya yang terlihat terang pada pagi hari tidak selalu menghasilkan UVB dalam jumlah yang sama. Intensitas UVB dipengaruhi oleh waktu, lokasi, musim, tutupan awan, ketinggian, serta faktor lingkungan lainnya.

Karena itu, klaim bahwa berjemur pada jam tertentu selama jumlah menit yang sama pasti mencukupi kebutuhan vitamin D tidak dapat diterapkan kepada semua orang.
Kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui kombinasi paparan matahari yang aman, makanan, dan—bila diperlukan—suplemen berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan.

Sumber makanan meliputi ikan berlemak, kuning telur, serta pangan yang diperkaya vitamin D jika tersedia. Kandungan vitamin D dalam makanan bervariasi, sehingga orang dengan risiko kekurangan tertentu mungkin memerlukan penilaian lebih lanjut.

Pemeriksaan darah tidak selalu diperlukan untuk setiap orang; tenaga kesehatan dapat menilai apakah pemeriksaan sesuai dengan kondisi individu.

Vitamin D berhubungan dengan sistem imunitas karena membantu mengatur aktivitas sejumlah sel kekebalan. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa semakin banyak vitamin D, semakin kuat imunitas, atau bahwa suplemen dosis tinggi dapat mencegah semua infeksi.

Mengonsumsi vitamin D secara berlebihan dapat menyebabkan kadar kalsium meningkat dan menimbulkan gangguan kesehatan. Hindari penggunaan dosis tinggi tanpa arahan dokter atau apoteker.

Anak-anak, lansia, orang yang jarang berada di luar ruangan, orang dengan kulit yang tertutup hampir sepanjang waktu, serta mereka yang memiliki gangguan penyerapan zat gizi dapat memiliki risiko kekurangan yang berbeda-beda.

Risiko tidak otomatis berarti seseorang pasti kekurangan. Pilihan yang tepat bergantung pada pola makan, kondisi kesehatan, obat yang digunakan, dan faktor individual lainnya.

Paparan ultraviolet berlebihan meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit. Oleh sebab itu, jangan menjadikan kulit memerah atau terasa perih sebagai tanda bahwa paparan sudah cukup.

Hindari menatap matahari secara langsung. Jika melakukan aktivitas di luar ruangan lebih lama, gunakan perlindungan yang sesuai, termasuk pakaian, topi, kacamata pelindung UV, dan tabir surya.

Matahari merupakan salah satu bagian dari cerita vitamin D, bukan satu-satunya jawaban. Utamakan pola makan bergizi, aktivitas fisik, tidur cukup, dan perlindungan kulit.

Bila khawatir tentang kebutuhan vitamin D—terutama pada anak, lansia, atau orang dengan kondisi medis tertentu—diskusikan pilihan yang aman dengan tenaga kesehatan, alih-alih mengikuti aturan berjemur yang seragam untuk semua orang. St

You Might Also Like

Aman Menikmati Matahari Pagi: Lindungi Kulit dan Mata
Siapkan Edukator Kesehatan Masa Depan, USM Bekali Siswa SMK Yayasan Pharmasi Teknik Public Speaking
Mengenal “Koktail Sel Segar”, Terobosan Medis Tanpa Kultur Lab untuk Menyembuhkan Jaringan Rusak
Matahari Pagi: Kebiasaan Sederhana untuk Memulai Hari dengan Lebih Sehat
Benteng Karakter di Tengah Era Digital: Hadirkan Konsultasi Gratis dan Ngaji Nom-noman di CFD Simpang Lima
TAGGED:Memahami Manfaat Tanpa BerlebihanVitamin D dan Matahari Pagi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?