SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dosen Sekolah Vokasi Undip, Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D menutup tahun 2025 dengan prestasi membanggakan tidak hanya bagi Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi namun juga Universitas Diponegoro (Undip).
Menyelesaikan Program Doktoral di Department of Chemical and Biological Engineering, the University of Sheffield, United Kingdom pada tahun 2016 merupakan awal bagi Anggun untuk berkarya bagi bangsa.
Sekembalinya ke Tanah Air, ia menjadi dosen di Sekolah Vokasi Undip, almamater saat menyelesaikan jenjang pendidikan D3 di tahun 2009. Dari pendidikan D3 ke S3 memang merupakan perjalanan yang panjang dan tentunya tidak mudah, namun penuh dengan cerita kehidupan indah.
Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh warna dimana Anggun berkesempatan untuk mengunjungi RWTH Aachen University di Jerman yang juga merupakan Almamater BJ Habibie. Bahkan pada bulan Oktober 2025, Award Ceremony dilakukan untuk Anggun sebagai bagian dari program Theodore von Kármán Fellowship.
“Tentunya sangat senang dan tersanjung dengan penghargaan yang diberikan oleh RWTH Aachen University. Semoga kerja sama ini tetap dapat berlanjut yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa TRKI Vokasi. Misalnya melalui program student exchange dan juga joint supervision,” ujar Anggun yang juga bertugas sebagai Dosen Kemahasiswaan Prodi TRKI tahun 2017-2024, Kamis (8/1/2026).
Selama kegiatan Fellowshipnya, Anggun berkesempatan untuk menjalin komunikasi langsung dengan sekitar 15 Professor dari berbagai disiplin ilmu. Diskusi berfokus pada tema Circular Economy in Electronics dimana dia ber-homebase di IME – Metallurgische Prozesstechnik und Metallrecycling, Institut und Lehrstuhl der RWTH Aachen.
Bersama Professor Bernd Friedrich, Dr-Ing. Alexander Birich dan Dr. Mohammad Chéhadé, dia melakukan koordinasi bersama dalam tema ini. Perkuliahan tentang “Circular Economy Opportunity for Indonesia and How Universitas Diponegoro Takes Part in It” dipresentasikan oleh Anggun di hadapan para civitas academic RWTH Aachen University. Antusiasme menambah hangat sesi diskusi di salah satu ruang kelas di salah satu kampus terbaik di Dunia Biru itu.
Theodore von Kármán Fellowship merupakan program kompetitif yang diberikan melalui pendanaan RWTH Aachen University kepada para akademisi seluruh dunia untuk bekerja sama langsung bersama para professor handal di bidangnya.
Seleksi yang sangat ketat, hanya memberikan angka kelulusan 1% setiap tahunnya. Menjadi perwakilan dari Indonesia, menjadi sebuah penghargaan bagi Anggun yang tentunya juga meningkatkan prestasi pendidikan Vokasi.
Kepada Ibu Pertiwi, Anggun mempersembahkan prestasi internasional, yang tidak hanya bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahun namun juga pada kesempatan para mahasiswa Vokasi untuk dapat berkecimpung di dunia pendidikan internasional. Sehingga para lulusan vokasi nantinya juga memiliki peningkatan dalam global competitiveness. she
0



