Oleh:apt. Riza Maulana, M.Pharm.Sci.
Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
VITAMIN D kerap disebut vitamin sinar matahari karena kulit dapat membentuknya ketika terpapar radiasi ultraviolet B (UVB). Zat gizi ini membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, dua mineral yang dibutuhkan untuk menjaga tulang dan gigi. Vitamin D juga berperan dalam fungsi otot dan sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, bukan berarti kita harus berjemur selama mungkin atau sengaja membuat kulit menjadi gelap untuk memperoleh manfaatnya.
Ada hal penting yang perlu dipahami: cahaya yang terlihat terang pada pagi hari tidak selalu menghasilkan UVB dalam jumlah yang sama. Intensitas UVB dipengaruhi oleh waktu, lokasi, musim, tutupan awan, ketinggian, serta faktor lingkungan lainnya.
Karena itu, klaim bahwa berjemur pada jam tertentu selama jumlah menit yang sama pasti mencukupi kebutuhan vitamin D tidak dapat diterapkan kepada semua orang.
Kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui kombinasi paparan matahari yang aman, makanan, dan—bila diperlukan—suplemen berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan.
Sumber makanan meliputi ikan berlemak, kuning telur, serta pangan yang diperkaya vitamin D jika tersedia. Kandungan vitamin D dalam makanan bervariasi, sehingga orang dengan risiko kekurangan tertentu mungkin memerlukan penilaian lebih lanjut.
Pemeriksaan darah tidak selalu diperlukan untuk setiap orang; tenaga kesehatan dapat menilai apakah pemeriksaan sesuai dengan kondisi individu.
Vitamin D berhubungan dengan sistem imunitas karena membantu mengatur aktivitas sejumlah sel kekebalan. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa semakin banyak vitamin D, semakin kuat imunitas, atau bahwa suplemen dosis tinggi dapat mencegah semua infeksi.
Mengonsumsi vitamin D secara berlebihan dapat menyebabkan kadar kalsium meningkat dan menimbulkan gangguan kesehatan. Hindari penggunaan dosis tinggi tanpa arahan dokter atau apoteker.
Anak-anak, lansia, orang yang jarang berada di luar ruangan, orang dengan kulit yang tertutup hampir sepanjang waktu, serta mereka yang memiliki gangguan penyerapan zat gizi dapat memiliki risiko kekurangan yang berbeda-beda.
Risiko tidak otomatis berarti seseorang pasti kekurangan. Pilihan yang tepat bergantung pada pola makan, kondisi kesehatan, obat yang digunakan, dan faktor individual lainnya.
Paparan ultraviolet berlebihan meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit. Oleh sebab itu, jangan menjadikan kulit memerah atau terasa perih sebagai tanda bahwa paparan sudah cukup.
Hindari menatap matahari secara langsung. Jika melakukan aktivitas di luar ruangan lebih lama, gunakan perlindungan yang sesuai, termasuk pakaian, topi, kacamata pelindung UV, dan tabir surya.
Matahari merupakan salah satu bagian dari cerita vitamin D, bukan satu-satunya jawaban. Utamakan pola makan bergizi, aktivitas fisik, tidur cukup, dan perlindungan kulit.
Bila khawatir tentang kebutuhan vitamin D—terutama pada anak, lansia, atau orang dengan kondisi medis tertentu—diskusikan pilihan yang aman dengan tenaga kesehatan, alih-alih mengikuti aturan berjemur yang seragam untuk semua orang. St



