SEMARANG (Jatengdaily.com) – Delegasi sastrawan Jawa Tengah yang akan berangkat mengikuti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III bertambah 2 orang, sehingga menjadi 17 peserta.
Jumlah seluruh peserta dari seluruh Indonesia dalam Munsi III di Hotel Novotel, Mangga Dua, Jakarta, 2-5 November 2020, membengkak menjadi 200 orang dari sebelumnya 156 sastrawan. Para peserta terdiri dari undangan dan hasil seleksi terbuka oleh para kurator yang ditunjuk panitia.
Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Gunoto Saparie mengatakan, Munsi III semula direncanakan berlangsung 6-8 Oktober 2020, lalu ditunda menjadi 17-20 November 2020, namun kemudian dimajukan lagi menjadi awal bulan ini. Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan covid-19 di wilayah Provinsi DKI Jakarta mengakibatkan penyelenggara kegiatan, yaitu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, terpaksa harus menyesuaikan diri.
Menurut Gunoto, dalam pelaksanaan Munsi III panitia memberikan dua opsi kepada peserta, yaitu secara tatap muka dan daring. Sampai saat ini, sebagian besar peserta memilih mengikuti kegiatan musyawarah ini secara tatap muka dengan protokol kesehatan ketat. Sedangkan sisanya memilih secara daring karena adanya pandemi covid-19.
“Para peserta yang memilih tatap muka maupun daring diharapkan sama-sama berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam pelaksanaan Munsi III. Apalagi mereka sama-sama merupakan pilihan terbaik para kurator berdasarkan kelayakan karya dan ketersebaran wilayah,” ujarnya seraya menambahkan kalau tim kuratornya terdiri dari Seno Gumira Ajidarma, Triyanto Triwikromo, Maman S. Mahayana, Damhuri Muhammad, dan Kennedi Nurhan.
Gunoto mengatakan, tahun ini Munsi III mengusung tema Memajankan Sastra Indonesia di Panggung Dunia. Ada beberapa subtema dalam kegiatan tersebut, antara lain Sastra Daerah sebagai bagian dari Sastra Indonesia, Kekayaan pada Era Digital, Sastra Indonesia dalam Sastra Dunia, Sastrawan, Media, dan Pascarealitas, Sastrawan sebagai Profesi di Panggung Dunia, dan Pendidikan Sastra Indonesia di Panggung Dunia.
Para pembicara dalam forum ini, lanjut Gunoto, antara lain Sutardji Calzoum Bachri, John McGlynn, Djoko Saryono, Cecep Syamsul Hari, Martin Suryajaya, Faruk Tripoli, Leila S. Chudori, dan Manneke Budiman. Mereka akan berbicara dengan topik masing-masing yang mengacu pada beberapa subtema musyawarah ini.
“Delegasi sastrawan Jateng yang akan diberangkatkan ke Jakarta, selain saya sendiri, adalah Abdul Aziz, Afiliasi Ilafi, Arif Fitra Kurniawan, Atmo Tan Sidik, Maufur, Dwi Supriyadi, Kartika Catur Pelita, dan S. Prasetyo Utomo. Selain itu juga Setia Naka Andrian, Siti Choiriyah, Soekoso DM, Titi Setiyoningsih, Theopilus Yudi Setiawan, Yunita Widyaningsih, Sosiawan Leak, dan Bandung Mawardi,” tambahnya.
Munsi, kata Gunoto, pertama kali diselenggarakan tahun 2016 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Sedangkan Munsi II tahun 2017 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Pada awalnya kegiatan ini memang berlangsung setahun sekali, namun sejak tahun 2017 disepakati diadakan menjadi tiga tahun sekali. st


