SEMARANG (Jatengdaily.com)– Santri Pesantren Life Skill Daarun Najaah melakukan kunjungan ke dapur produksi Virgin Cake and Bakery yang berlokasi di Ungaran Timur, Semarang. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian agenda Haul dan Haflah Life Skill Daarun Najaah yang ke-9 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Sabtu (10/04/2021) lalu.
Dalam kunjungan tersebut, para santri didampingi pihak Virgin untuk diberikan informasi proses pembuatan kue dan roti yang akan dipasarkan. Di samping itu, para santri juga diajak untuk membuat kue dan roti dari bahan-bahan mentah.
Owner Virgin Cake and Bakery, Bapak Suteja Alim Wijaya menuturkan bahwa usaha yang ia geluti bersama sang istri sejak tahun 1999 tersebut didasarkan pada bakat. Awalnya, sang istri hobi membuat kue untuk sekedar mengisi waktu sambil menuntaskan urusan rumah tangga. Berangkat dari hobi, usaha kemudian dirintis di depan garasi rumah untuk tambahan penghasilan keluarga.
Ia kemudian berpesan kepada santri untuk segera merintis usaha-usaha kecil. “Para Santri tentu memiliki hobi, kesenangannya sendiri. Virgin yang kalian liat besar dulunya tidak seperti ini. Beranilah mencoba-coba, jangan takut-takut. Segera lakukan saja apa yang disukai, dari apa adanya. Di samping kalian harus kreatif, amati dan pelajari wawasan dunia lain di luar lingkunganmu,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut sang istri pemilik perusahaan roti dan kue Virgin, Ibu Nanik Sumiyati juga menyampaikan pesan agar para santri ulet dalam bekerja. “Walau (usaha) kecil, tetap uletlah dalam bekerja. Karena ketekunan itu akan membawa hal-hal kecil menjadi besar,” ungkap Ibu Nanik.
Hingga saat ini, Virgin Cake and Bakery sudah memiliki cabang perusahaan, yakni Tlogosari, Pamularsih, dan Ungaran. Hasil olahan kue dan roti Virgin kini telah tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. selaku pengasuh Pesantren Life Skill Daarun Najaah menyampaikan bagaimana lika liku perjuangan Virgin Cake and Bakery tersebut yang dirintis dari nol. “Saya menyaksikan betul bapak Teja (Suteja Alim Wijaya) ini dulunya hanya membagikan snack pesanan di kampung-kampung. Saat ini sudah berkembang dengan pegawai yang jumlahnya lebih dari 500-an orang. Semoga selalu diberikan keberkahan dan para santri dapat menerapkannya setelah kunjungan dari sini,” jelas sang kyai yang juga Wakil Dekan III UIN Walisongo tersebut.
Bagi Azmi Faiq, santri Life Skill Daarun Najaah, kunjungan produksi ini membuatnya lebih semangat untuk berusaha lebih baik lagi. “Ada semangat tersendiri bagi saya karena tidak hanya dapat ilmu, tapi langsung praktik. Usaha dari dapur sendiri ternyata akan sangat memuaskan nantinya kalua sudah berkembang luas seperti Virgin ini,” ungkap santri asal Jepara tersebut.Kontributor Santri Life Skill Ponpes Daarun Najaah-Harlianor–st


