By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hari Tanpa Tembakau Sedunia; Perokok Aktif Tertinggi di Jateng, Menengah ke Bawah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hari Tanpa Tembakau Sedunia; Perokok Aktif Tertinggi di Jateng, Menengah ke Bawah

Last updated: 1 Juni 2021 15:27 15:27
Jatengdaily.com
Published: 1 Juni 2021 15:27
Share
Ilustrasi.
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Jawa Tengah, Sofyan Budi Raharjo mencatat 35 ribu orang meninggal akibat rokok setiap tahunnya. Jawa Tengah menempati peringkat ke tiga.

“Jadi dari data riset kesehatan tertinggi secara nasional pertama Yoyakarta, ke dua Jawa Barat, Jawa Tengah. Kalau penduduk Jateng 35 juta setiap tahunnya, ada 35 ribu yang meninggal,” kata Sofyan Budi Raharjo saat dikonfirmasi, Senin (31/5/2021).

Dia menyebut angka perokok aktif paling tinggi di Jawa Tengah terbanyak disumbangkan dari kelas ekonomi bawah. “Jadi mereka rata-rata kurang paham tentang kesehatan paru,” ungkapnya.

Penyakit akibat rokok tembakau tidak hanya di saluran nafas, namun juga berdampak pada semua organ. Misalnya organ jantung, otak, ginjal sampai pencernaan.

“Efek dari asap rokok tembakau ini bisa ke seluruh tubuh tidak hanya ke saluran nafas hingga mengakibatkan kematian jika dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dengan menghindari dan berhenti rokok. Serta mewujudkan Indonesia bebas asap rokok.

“Memang sulit untuk bisa berhenti merokok. Tapi perlu adanya kesadaran untuk hidup bebas asap rokok,” pungkasnya. adri-yds

You Might Also Like

Langit Borobudur Bercahaya, Ratusan Lampion Hiasi Malam Puncak Waisak
Pemkot Semarang Ubah Pajak Hotel, Resto, dan Hiburan menjadi Barang dan Jasa
Mahasiswa Unissula Antusias Ikuti Pelatihan Media Sosial
Pemkot Tangerang akan Contoh Pembangunan Stadion Jatidiri
Mahasiswa Unissula Student Exchange ke Asia dan Eropa
TAGGED:hari tanpa tembakauperhimpunan dokter paru jatengperokok di jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?