By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Harga Ayam Broiler Jauh dari HPP, Peternak Terus Merugi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Ayam Broiler Jauh dari HPP, Peternak Terus Merugi

Last updated: 8 Juli 2019 11:13 11:13
Jatengdaily.com
Published: 8 Juli 2019 11:13
Share
Harga ayam broiler yang masih belum stabil membuat peternak merugi. Foto: ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Ketua perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Jateng, Pardjuni menyatakan, selama enam bulan terakhir yakni Desember 2018-Juni 2019 harga ayam broiler di tingkat peternak sangat jauh dari harga pokok produksi (HPP). Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membuat peternak mergi.

Peternak hanya menikmati harga dikisaran Rp 8.000-Rp 9.000 dari HPP yang berada di angka Rp 18.000 -Rp 19.000.

“Kalau saya hitung dari Jateng saja ya, Jateng-DIY, per ekor sampai dengan 30 Juni itu Rp 4.000 -Rp 4.200. Jadi, selama enam bulan ini jika saya pelihara 100 ribu ekor, berarti saya hilang 2,4 miliar, itu minimal,” ujarnya.

Pardjuni menguraikan, secara total peternak di Jateng mengalami kerugian dengan simulasi 40 juta ekor ayam dikalikan dengan kurun waktu harga selama enam bulan terakhir kemudian dikali kembali dengan kisaran harga di angka Rp 4.000. “Totalnya hampir Rp 1 triliun,” jelas dia.

Ia mengatakan fenomena tersebut memang karena berlebihnya penawaran dari peternak. Sementara, gudang peternak yang minim semakin mempersulit keadaan karena tidak memungkinkan menahan banyaknya pasokan.

“Dari data pun sudah kelihatan. Kenapa kita sampaikan data dari Desember tahun lalu sampai Juni, karena kita merasakan benar-benar, kita minta dipangkas tapi tidak, efeknya ya sangat ekstrim seperti kemarin,” ucapnya. she

You Might Also Like

MUI Keluarkan Fatwa, Haram Dukung Agresi Israel ke Palestina
LAZiS Jateng Salurkan 2 Juta Liter Air Bersih Bantu Warga Terdampak Kekeringan di 170 Titik
KPK Tahan 15 Tersangka Kasus Pungli
Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, Raih Predikat Baik Indeks Pembangunan Statistik 2024
Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Patut Ditiru oleh Pemprov Banten
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?