By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bahan Makanan Gunakan Zat Pewarna Buatan Berbahaya Masih Ditemukan di Pasar Blora
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bahan Makanan Gunakan Zat Pewarna Buatan Berbahaya Masih Ditemukan di Pasar Blora

Last updated: 11 April 2023 14:18 14:18
Jatengdaily.com
Published: 11 April 2023 14:18
Share
Tim gabungan sidak di Pasar Tradisional Sido Makmur Kecamatan Blora. Foto: Kab. Blora
SHARE

BLORA (Jatengdaily.com)- Tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Blora didampingi petugas Sat Pol PP serta Polsek Blora Polres Blora melaksanakan Inspeksi Mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Sido Makmur Kecamatan Blora, Selasa (11/4/2023).

Petugas gabungan itu kemudian menyisir ke sejumlah kios dan los yang menjual makanan. Mereka memilah satu per satu makanan yang tampilan warnanya mencolok.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edi Widayat, menjelaskan dari 19 sampel makanan yang diperiksa di laboratorium. Hasilnya, ada satu bahan makanan yang diketahui menggunakan zat pewarna buatan.

“Dari 19 makanan tersebut ada satu makanan yang mengandung Rhodamin B. Yaitu krupuk Unyil atau krupuk pentil,” kata Edi Widayat dilansir dari laman Infopublik.

Menurutnya, Rhodamin B merupakan pewarna buatan yang biasa digunakan untuk produk tekstil. Pewarna ini sangat tidak aman untuk digunakan sebagai pewarna makanan.

Penggunaan pewarna tekstil untuk makanan berisiko menyebabkan kerusakan organ, di antaranya hati dan ginjal serta menyebabkan kanker.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya tidak memberikan sanksi kepada pedagang yang menjualnya. “Kami memberikan edukasi dan penyuluhan kepada pedagang untuk tidak lagi menjual barang-barang tersebut,” kata Edi.

Meski begitu, dia berjanji akan memberikan sanksi yang lebih tegas jika pedagang masih tetap menjual produk yang sama. “Barang akan ditarik untuk tidak diedarkan lagi,” tegasnya. she 

You Might Also Like

KH Sholeh Darat Bukan Sekadar Ulama, Pemkot Semarang Terus Kawal Pengusulan Pahlawan Nasional
Pasien Sembuh COVID-19 Cuma Bertambah 180 Orang
Novita Dewi Bangga Main Film Horas Amang
Puncak Arus Mudik Via Kereta Api H-6, PT KAI Daop 4 Siagakan 615 Petugas
Pimpin Upacara Kemerdekaan, Ganjar: Jangan Pantang Menyerah
TAGGED:Dinkes BloraEdi WidayatPasar bloraZat Pewarna Buatan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?