Jurassic Park Buatan Iwan Mampu Saingi Produk China

4 Min Read
Iwan dengan jurassic buatannya. Foto: adry

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Iwan Hasto Edi Setiawan pembuat animatronik dengan tangan terampilnya merakit Jurassic Park jenis Thee Ceratops, Tirex, Raptor dan Spinosaurus, di Puspanjolo Selatan, Bojongsalaman, Semarang. Pesanan karyanya berdatangan dari wahana permainan di seluruh Indonesia dengan nilai harga puluhan juta.

Berkat karyanya tersebut kini tidak kalah dengan buatan negara cina. Sebab pembuatannya dinilai sangat rumit dan memakan waktu tidak lebih dari 30 hari.

“Kenapa Animatronik limbahnya film karena Jurasic Park itu tidak menggunakan ini tetapi sekarang menggunakan Animasi. Untuk pembuatan Animatronik ini terinspirasi dari film tersebut kemudian diparaktekkan dalam sebuah wahana,” kata Iwan Hasto alumni STM elektro yang juga alumni ISI Jogyakarta, jurusan Patung.

Terkait pembuatannya Jurasic Park jenis Three Ceratops, Tirex, Raptor dan Spinosaurus dengan tinggi 180 cm dan panjang 450 cm tidak mengalami kendala.

“Jadi masing-masing sudah dipekerjakan sesuai dengan bidangnya sehingga ketika ada masalah langsung teratasi,” ujarnya.

Saat ini pihaknya telah mengirimkan hasil karyanya ke Cilacap yang ketiga dan untuk yang keempatnya masih dalam proses pembuatan berupa penggabungan melalui pengelasan untuk membuat kerangkanya berupa pembuatan Spinosaurus.

Sedangkan untuk Tirex rencananya akan dikirim ke Cilacap sendiri harga satu unit ukuran dua meter harganya Rp 50 juta sampai Rp 70 juta untuk jenis yang sama karena ada dua jenis kulit yakni kulit biasa yang terbuat dari busa dan yang mahal kulitnya menggunakan bahan silicon dengan harga Rp 65 juta sampai Rp 70 juta. Untuk bahan baku tidak mengalami kendala karena banyak dijual dipasaran.

“Memang ada perbedaan antara yang biasa dengan silicon dan untuk kulit biasa itu terbuat dari busa yang dilem dengan perban sedangkan silicon lebih halus,” tambahnya.

Menurutnya untuk pembuatan Animatronik selain harganya lebih mahal yakni Rp 13 juta. Apalagi sekarang ini banyak wahana park, padahal kalau memesan dari negara China apabila terjadi kerusakan mereka membutuhkan biaya lagi untuk memperbaikinya.

“Kalau produk dari anak bangsa maka apabila ada kerusakan ada jaminan akan memperbaikinya. Selama ini memang belum ada komplain dari pemesan tentang kerusakan hasil karya itu,” imbuhnya.

Ada beberapa alat yang mengiringi dari cara kerja Animatronik yakni adanya Sensor jarak, Timer, Dimmer, Power suply dan Amplifier. Beberapa alat itu akan bekerja saling berhubungan mulai sendor jarak itu akan berbunyi ketika ada langkah orang yang melintas sehingga bagian kepala dan ekor akan bergerak sambil ada suara khas dari hewan itu.

“Jadi alat itu saling berhubungan apabila sendor jarak itu membaca maka akan berbunyi dalam waktu dua menit akan mati dengan sendirinya. Tetapi apabila membaca maka akan berbunyi lagi dan itu dikasihkan dibawah hewan tersebut,” jelasnya.

Sampai saat ini pihaknya sudah mengajukan penawaran dengan Trans untuk bisa memesan hasil karyanya. Bahkan ketika mengajukan proposal justru penawarannya lebih murah dibanding dengan produk dari negara China. Pengajuan penawaran tersebut untuk pembuatan binatang yang sekarang ini ada seperti hewan Gajah, Jerapah, macan ataupun Singa.

“Selama ini untuk wahana itu lebih pada hewan purbakala tetapi ini mengajukan penawaran untuk hewan yang sekarang ini masih ada. Jadi bukan hewan yang purbakala tetapi hewan sekarang ini meskipun bisa juga dibuat,” tutupnya. adri-she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *