SEMARANG (Jatengdaily.com)– Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah bergerak mendirikan posko sinergitas TNI Polri dan Pemerintah mudik Lebaran Terpadu di komplek Puri Niaga Center Jalan Puri Anjasmoro Semarang, Senin (24/3).
Posko ini berfungsi memberikan fasilitas layanan mulai dari informasi perjalanan, tempat istirahat, kursi pijat, mushola hingga bengkel gratis kepada pemudik. Kegiatan pendirian posko sinergitas diinisiasi oleh TNI Polri, bersama instansi pemerintah daerah tercatat Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
“Ormas posko sinergitas terpadu tercatat rekor 899. Perlu dicatat bahwa adanya sinergitas yang luar biasa dari unsur pemerintahan, termasuk Kodim dan Polrestabes Semarang dengan dukungan masyarakat serta relawan mampu membawa Kota Semarang ke dalam iklim kondusif dan dinamis,” kata Direktur Utama LEPRID, Paulus Pangka, Senin (24/3).
Pemberian apresiasi termasuk rekor ini, karena baru kali pertama di Indonesia diinisiasi oleh TNI-Polri, Pemerintah Daerah dengan melibatkan banyak lintas sektoral serta relawan komunikasi yang on call selama 24 jam penuh akan melayani masyarakat pemudik.
“Saya lihat banyak relawan yang terlibat, diantaranya unsur Bantuan Komunikasi (Bankom) Polrestabes Semarang, Ubaloka Kwacab Pramukan, Banser NU, BPBD, Dishub hingga potensi masyarakat lainnya, seperti PSMI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Adapun pemberian apresiasi kepada Komandan Kodim 0733/KS, kami juga berikan kepada Walikota Semarang Dr Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M Syahduddi SIK MSi, serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah.
Sementara itu Ketua PSMTI Jateng, Bambang Wuragil mengatakan pendirian posko itu merupakan bentuk kepedulian anggota PSMTI terhadap masyarakat tanpa memandang suku, ras, dan agama. Pihaknya ingin melalui kegiatan tersebut dapat menunjukkan toleransi terhadap sesama.
“Bukan masalah warga Tionghoa ada yang muslim, tapi kita merupakan satu bagian dari masyarakat, maka kita harus guyup untuk bisa bersatu bersama-sama saling membantu,” kata Bambang.
Tidak hanya membangun posko mudik lebaran, PSMTI juga melakukan aksi sosial berupa bersih-bersih masjid dan mushola. Aksi itu telah dilakukan dan berjalan selama enam tahun.
“Kita hampir setiap hari bersihkan masjid dan mushola, selain itu gereja dan klenteng, namun tidak sebanyak masjid,” jelasnya.
Dalam momen bulan Puasa ini, juga memberikan sajian buka bersama kepada warga muslim yang sedang merayakan puasa. Kegiatan ini bersama anggota terjun langsung masyarakat membagi takjil.
“Kita terjun langsung ke masyarakat bagi-bagi 1.000 takjil. Dilakukan relatif bisa seminggu dua kali,” pungkasnya. adri-she


