By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sudah Ditemukan di Bantul, Peternak Sapi Diminta Waspadai Penyakit Lato-lato
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sudah Ditemukan di Bantul, Peternak Sapi Diminta Waspadai Penyakit Lato-lato

Last updated: 15 April 2025 08:56 08:56
Jatengdaily.com
Published: 15 April 2025 10:00
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)– Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia meminta petani untuk waspada dengan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), atau dikenal dengan lato-lato.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jateng 3, drh Esty Dwi Utami mengatakan, meski tidak menular pada manusia, namun penyakit lato-lato sengat berbahaya bagi ternak.

“Penyakit lato-lato bisa menyebabkan ternak mati dalam waktu singkat, sehingga menimbulkan kerugian,” tuturnya, dilansir dari laman humas prov Jateng, Selasa (15/4/2025).

Ia mengatakan, penyebab LSD adalah infeksi LSDV, yang merupakan bagian dari genus capripoxvirus dan famili poxviridae. Virus itu dapat menginfeksi hewan ternak, seperti sapi dan kerbau.

Esty yang juga Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung itu mengatakan, kasus lato-lato mencuat di Bantul, dan sampai saat ini belum ada temuan kasus lato-lato di Temanggung dan sekitarnya.

Meski begitu, peternak agar berhati-hati, sebisa mungkin menghindari membeli ternak dari daerah terjangkit lato-lato.

Virus LSD, katanya, disebarkan melalui serangga pengisap darah, seperti lalat nyamuk dan kutu spesies tertentu. Penularannya di antara hewan ternak, dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung.

Penularan secara langsung, terangnya, terjadi jika sapi yang sehat terkena resi kulit air liur darah dan susu, oleh sapi yang terinfeksi.

Sementara penularan secara tidak langsung, bisa disebabkan, karena penggunaan peralatan kandang dan jarum suntik yang terkontaminasi virus Esty menjelaskan, hewan yang terkena lato-lato akan menimbulkan gejala umum mengeluarkan kotoran mata dan hidung yang lebih banyak, penurunan produksi susu, demam tinggi yang bisa melebihi 41 derajat Celcius, munculnya nodul yang keras atau benjolan dengan diameter 2 cm sampai 5 cm.

Nodul ini terdapat di kepala, leher, tungkai, kaki ekor, dan membuat sapi menjadi lemah dan sulit bergerak.

“Pada kasus yang serius, nodul dapat menutupi di hampir seluruh bagian tubuh, dan dapat berubah menjadi lesi nekrotik dan ulserat, jika tidak segera ditangani,” jelasnya.

Ia mengimbau, pada peternak untuk segera melaporkan ke penyuluh, mantri hewan atau DKPPP, jika ada temuan penyakit lato-lato- she

You Might Also Like

Jelang Pilkada, Bupati Demak Ajak Ormas Wujudkan Kondusifitas
Indonesia Dapat Komitmen 290 juta Vaksin Covid-19, Presiden: Januari Sudah Mulai Vaksinasi
Pemkot Semarang Siapkan Rapid Test Massal Jelang ‘New Normal’
Siti Badriah Bahagia Menjadi Top List Langit Musik
Peringati HUT ke-5, SMSI Jateng Hadirkan 4 Tokoh Kupas ‘Tantangan Media Siber di Masa Kini dan Mendatang’
TAGGED:Ditemukan di BantulPenyakit lato-latoPeternak Sapi Diminta Waspadai Penyakit Lato-lato
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?