Beberapa pengguna jalan melihat lokasi kejadian kecelakaan secara beruntun di Pertigaan Hanoman Krapyak Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pasca kecelakaan lalu lintas secara beruntun yang mengakibatkan sedikitnya tujuh mobil rusak di Jalan Raya Pantura, Krapyak, Semarang Barat, tepatnya di persimpangan Hanoman, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/7/2019, Dinas Perhubungan Kota Semarang mengusulkan tiga opsi prioritas.

Kadishub Kota Semarang Endro PM saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa, (16/7/2019) sore mengatakan, sudah melakukan rekayasa. Pertama, untuk jangka pendek Dishub sudah melalukan pemasangan pita penggaduh, rambu peringatan kemudian lampu flashing dan meminimalkan waktu antrian dari arah Barat. “Yakni durasi lampu merah lebih singkat,” tegasnya.

Kedua, rekayasa jangka menengah. Dishub sudah usulkan ke Kementerian PUPR (Balai Besar Pelaksan Jalan Nasional) untuk memotong elevasi jalan sehingga tanjakan dan turunan lebih bisa landai.

“Hal ini sangat penting, agar tidak terjadi lagi ada jalan turunan yang sering menyebabkan kendaraan mengalami rem blong,” tegas Endro.

Opsi ketiga, yakni melakukan opsi penutupan permanen median jalan simpang Hanoman, namun hal ini masih terkendala aksesibilitas daerah Hanoman untuk keluar atau masuk terlalu jauh.

“Tiga opsi ini menjadi prioritas usulan kami. Kami akan terus melakukan koordinasi kepada pihak yang terkait baik Kepolisian dan PUPR untuk menindaklajuti kasus ini,” jelas Endro.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, akan menutup Simpang Tiga atau Pertigaan Hanoman. Langkah tersebut diambil karena lokasi itu menjadi langganan kecelakaan lalu lintas.

“Persimpangan ini akan ditutup. Namun, masih ada diskusi dengan warga, mengingat di dalam ada perumahan besar,” ujar Ardi.

Menurutnya, penutupan pertigaan yang mengarah ke Jalan Hanoman tersebut merupakan solusi untuk mencegah kecelakaan. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here