By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Berusia 14 Tahun, MAJT Terus Perkuat Jaringan Internasional
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Berusia 14 Tahun, MAJT Terus Perkuat Jaringan Internasional

Last updated: 15 November 2020 14:51 14:51
Jatengdaily.com
Published: 15 November 2020 14:51
Share
Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA berfoto bersama dengan para sesepuh, karyawan dan pengurus MAJT saat peringatan HUT ke-14 MAJT, Sabtu (14/11/2020).Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memasuki usia ke-14, bertekad untuk semakin memperkuat jaringan internasional. Langkah tersebut seiring intensnya kunjungan para duta besar, anggota parlemen dan masyarakat dari Asia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika ke MAJT. Terakhir dikunjungi Duta Besar Arab-Mesir HE Mr Ashraf Sultan dan Maroko HE Mr Quadia Benabdellah.

Kunjungan keduanya usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Habib Lutfi bin Yahya Senin (9/11/2020) oleh Unnes, di Auditorium UNNES kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang, Senin (9/11/2020).

“Para dubes yang berkunjung ke MAJT sebagai simbol negara-negara yang memiliki peradaban kuat di dunia. Maka kahadirannya semakin memperkuat jaringan internasional yang dimiliki MAJT,” tegas Ketua Pengelola Pelaksana MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA pada peringatan Hari Ulang Tahun ke 14 MAJT, Sabtu (14/11/2020).

Tasyakuran HUT MAJT diselenggarakan dengan istighosah dipimpin KH Hanief Ismail Lc. Hadir tiga sesepuh MAJT, masing-masing Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Mantan Gubernur Jawa Tengah Drs KH Ali Mufiz MPA serta Mantan Wagub Jateng Drs KH Achmad.

Prof Noor Achmad menegaskan, penguatan jaringan internasional sangat penting bagi MAJT, sebab negara-negara besar tersebut dalam kunjungannya selalu menawarkan berbagai kerja sama yang dapat dilakukan dengan MAJT. Makna ini berarti, negara-negara tersebut tidak sebatas mengenal MAJT, namun juga mengakui peran MAJT sebagai pusat peradaban yang kuat dalam mengenalkan konsep Islam ala Indonesia, sebagai Islam nusantara yang mengembangkan washatiyah yang rahmatan lil alamin.

“Konsep tersebut kini semakin diterima oleh dunia sehingga MAJT kini dikenal sebagai pusat kajian peradaban Islam washatiyah tingkat dunia. Predikat ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Maka, tambah Noor Achmad, reputasi MAJT yang juga diakui sebagai destinasi wisata religi internasional, harus terjaga lewat kinerja yang profesional. Tanggung jawab merawat reputasi seutuhnya berada di pundak segenap pengurus dan karyawan untuk menyadari posisi tersebut.

Di tengah tasyakuran, Ketua PP MAJT Prof Noor Achmad menyempatkan memimpin doa bacaan Surat Alfatihah ditujukan kepada perintis MAJT, H Mardiyanto yang kondisi kesehatannnya masih lemah. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini, dinyatakan berjasa besar dalam pendirian MAJT dengan merintis pembangunan masjid sejak tahun 2000. Pembangunan tersebut sebagai bentuk syukur atas kembalinya puluhan hektar Banda Masjid Agung Semarang yang saat itu sempat raib.

Mantan Wagub Jawa Tengah Drs H Achmad, sosok pertama yang memimpin MAJT periode awal 2000-2003 juga menuturkan tentang semangat perjuangan H Mardiyanto yang merealisasikan pembangunan MAJT atas prakarsa almarhum KH A Sahal Mahfudh dengan berbagai rintangan yang dihadapi.

Reputasi MAJT yang menginternasional, lanjut Prof Noor, tidak lepas dari perencanaan awal para kiai sepuh. MAJT diresmikan Presiden Susila Bambang Yudhoyono pada 2006, akhirnya mendapat kepercayaan masyarakat karena program-programnya.

Misalnya kriteria dalam memilih imam salat, selain harus hafidz juga yang pernah menjadi juara MTQ internasional, agar bacaan dan suaranya bagus. Ketika salat tarawih ramadan, setiap tarawih harus menyelesaikan 1 juz. Ternyata desain ini banyak diminati masyarakat, dibuktikan dengan jemaah salat tarawih yang berjubel, padahal MAJT kapasitasnya menampung 30 ribu jemaah. Mereka banyak pula yang datang dari luar Kota Semarang. st

You Might Also Like

Pendaftaran Parpol di Pusat, KPU Kota/Kabupaten Kebagian Verifikasi Administrasi
Kenalan via Medsos, Kopdar Lalu Sikat HP
Kunjungi Korban Banjir di Demak, Kapolda Jateng Janji Kerja Sama dengan BBWS Perbaiki Tanggul Sungai
Perkuat Daya Saing AI Nasional, Komdigi Prakarsai AI Center of Excellence Bersama Indosat, Cisco, dan NVIDIA
PSSI Bangun Ekosistem Pelatih, Erick Thohir: Jangan Ada Pelatih dan Pemain Titipan
TAGGED:Jaringan internasionalMAJT
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?