Eyang Sudjiatmi Notomihardjo di Mata Sang Cucu Gibran

0
111
Sudjiatmi Notomihardjo, Ibunda Presiden Joko Widodo yang meninggal Rabu (25/3/2020) sore. Foto: instagram Jokowi

SOLO (Jatengdaily.com) – Wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo juga meninggalkan duka mendalam bagi sang cucu Gibran Rakabuming Raka.

Di akun instagramnya, Gibran mengunggah tiga postingan sekaligus terkait meninggalnya sang eyang tercinta. “Empat tahun Eyang Noto gerah, tapi tak pernah menunjukkan rasa sakitnya kepada anak-cucunya. Beliau masih berusaha mendatangi pengajian, dan kegiatan-kegiatan lain, bahkan kadang naik becak sendirian, atau meminta diantar sopir,” tulis Gibran di caption instagramnya.

Menurutnya, Eyang Noto tidak pernah mau membebani anak-cucunya untuk beragam aktivitas beliau. Puasa dan shalat tahajudnya tak pernah putus, untuk mendoakan kami semua anak-cucunya, agar menjadi orang yang berguna untuk orang banyak.

“Kami sangat kehilangan atas kepergian beliau. Semoga Allah SWT mengampuni semua kesalahan semasa hidup, menerima semua amal baik dan dikaruniakan surga terbaik.”

“Kami memintakan maaf atas kekurangan dan kekhilafan almarhumah semasa hidup.”

Di akhir captionnya Gibran juga menyebut, “bukan berarti keluarga melarang, tapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan mengikuti kebijakan pemerintah terhadap situasi tanah air, saya menyarankan untuk mendoakan dari rumah saja.”

Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) setelah menderita sakit kanker sejak empat tahun silam. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga hari ini jam 1 siang, di pemakaman di Mundu Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar.

Presiden Jokowi meminta masyarakat Indonesia mendoakan almarhumah agar dosa-dosanya diampuni Allah SWT. “Atas nama keluarga besar saya ingin memohonkan doa agar segala dosa-dosanya diampuni Allah Swt dan husnul khatimah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa keluarga berharap masyarakat untuk bisa mendoakan dari rumah saja. Ini juga terkait pemerintah untuk menghindari kerumunan saat wabah virus corona seperti sekarang.

“Agar tidak terjadi kerumunan, keluarga akan sangat bahagia dan menghormati jika warga masyarakat semua bisa mendoakan dari rumah,” ucap Ganjar. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here