FOTO: Ketenangan Warga Lereng Gunung Merapi Sepanjang 2019

Seorang nenek sedang mencari pakan ternak di kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Kabupaten Sleman DI Yogyakarta. Warga lereng Merapi ini, mencari rumput setiap hari yang berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak. Foto: yanuar

KLATEN (Jatengdaily.com) – Gunung Merapi sepanjang tahun 2019 beberapa kali mengalami erupsi. Status Waspada pun sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018 dan hingga akhir 2019 belum dcabut atau diganti.

Pada hari Sabtu tanggal 9 November 2019 pukul 06.21 WIB terjadi letusan terekam di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik. Awan panas meluncur dengan jarak sekitar 2 km ke arah Kali Gendol. Kolom asap letusan setinggi ±1500 m dari puncak.

Gunung setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut itu terlihat mengeluarkan abu Minggu (17/11/2019) pagi sekitar pukul 10.46 WIB. Erupsi dan aktivitas berkepanjangan yang saat ini terjadi pada Merapi disebabkan karena kecilnya suplai magma di dalam perut gunung. Kendati intensitas erupsi Merapi tinggi namun warga di sekitar lereng Gunung Merapi tetap tenang.

Warga Klangon ini mengaku tetap waspada meskipun masih bisa mencari rumput untuk pakan ternak. Mereka pun juga mengaku siap mengungsi setiap aktivitas Merapi sangat tinggi dan ada pengumuman untuk mengungsi. Foto: yanuar


Bagi warga di lereng Merapi, aktivitas gunung tersebut sudah berulang kali disaksikannya. Bahkan saat letusan 2010, warga juga mengaku harus mengungsi jauh dari desanya. Meskipun tenang, warga tetap waspada dan terus mengamati aktivitas Gunung Merapi. Foto: yanuar


Warga di sekitar Kalitalang, Balerante, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, berjalan di kawasan lereng Gunung Merapi, setelah mencari rumput. Warga setempat juga beraktivitas seperti biasa selama Merapi erupsi di 2019, namun tetap mengikuti arahan aparat desa setempat. Foto; yanuar


Warga di daerah Selo, Kabupaten Boyolali memanen tanaman tembakaunya yang ditanam di lereng Gunung Merapi. Sepanjang 2019, warga setempat masih tetap bisa memanen hasil tanamannya, baik tembakau maupun sayuran. Letusan Merapi tak meangganggu aktivitas warga Selo. Foto: yanuar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here