Jateng Valley harus Berorientasi pada Aspek Lingkungan Hidup

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (masker oranye) melambaikan tangan usai peletakan batu pertama Jateng Valley, Sabtu (15/8), di Kabupaten Semarang.Foto:ist

UNGARAN (Jatengdaily.com)  – Sejarah baru dalam industri pariwisata Jawa Tengah  tercipta setelah Gubernur Ganjar Pranowo  resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan wisata Jateng Valley di Hutan Wisata Penggaron,  Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (15/8).

Jateng Valley didesain investornya menjadi destinasi wisata alam dan futuristik  terbaik di Asia Tenggara. Gubernur pun meminta pembangunan Jateng Valley di area lahan hutan seluas 371,88 hektare itu berorientasi pada aspek lingkungan hidup.

Ganjar Pranowo membuat biopori di lokasi peletakan batu pertama Jateng Valley. Foto:ist

“Saya pesen  pembangunan tempat wisata ini orientasi lingkungannya nomor satu,” pintanya.

Acara groundbreaking ditandai dengan pembukaan selubung kain yang sebelumnya menutupi standing letter “Jateng Valley”, dilanjutkan penanaman pohon dan pembuatan biopori oleh gubernur. Turut hadir dalam kesempatan itu, jajaran Forkominda di antaranya Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, Kajati Priyanto. Lalu jajaran direksi PT Taman Wisata Jawa Tengah, direksi PT Penggaron Sarana Semesta, dan Bupati Semarang Mundjirin.

Menurut Ganjar, dengan mengutamakan faktor lingkungan diharapkan setiap  pengunjung dapat mengambil pelajaran, berbagi pengalaman yang eco frendly. “Maka harapan saya karena ditengah-tengah nanti ada tempat bermain. Semua bisa menjaga, mengedukasi. Tapi yang jelas, pembangunan wisata ini bersifat pentahelix. Ke depan, Jateng Valley bukan hanya ikon dan milik Jateng, tapi kebanggaan Indonesia,” imbuhnya.

Diungkapkannya, rencana pembangunan Jateng Valley sejak perencanaan tahun 2010 dan hendak dibangun pada 2012 sempat terkendala masalah administrasi. Namun setelah semua pihak bertemu, komitmen bersama akhirnya persoalan selesai.

“Saya ini gubernur yang suka menjadi jadi tukang ogok-ogok dan buldozer dengan tujuan baik yaitu melancarkan saluran yang tersumbat, “ujarnya.

Dia pun memotivasi hadirin untuk bangkit dalam ekonomi sulit. Di tengah pandemi covid-19 ini ada dua kelompok orang sukses, yaitu kreatif dan inovatif yang didukung governance. Karena pilihannya cuma dua, berani berjuang atau pasrah.

Ikon Wisata

Komisaris Utama PT Taman Wisata Jateng Prijo Handoko Rahardjo menjelaskan, pembangunan Jateng Valley awalnya pada tahun 2010 tetapi ada beberapa kendala dan baru diwujudkan tahun ini.

“Pembangunan diperkirakan mencapai Rp 2 triliun dan bisa membengkak dengan target selesai 2-4 tahun. Jateng Valley adalah mimpi kami agar Jateng memiliki ikon wisata terbaik  Asia Tenggara dan lima besar dunia,” imbuhnya.

Handoko memaparkan, wisata Jateng Valley akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti eco hotel and resort, eco safari, eco theme park dengan mengusung tagline ‘When Nature Meets Dream’.

Dirut Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyebut, bahwa groundbreaking terasa istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-70 Provinsi Jateng. Dia pun berharap wisata ini kelak mampu bersaing dengan wisata lain sejenis baik di level nasional dan internasional.

Selain melakukan groundbreaking, gubernur sempat membubuhkan tanda tangan pada tiga sepeda lipat yang dilelang untuk donasi penganggulangan Covid-19 serta mengunjungi stan UMKM. St