PKM Unissula melakukan kegiatan untuk Siswa TPQ Az-Zuhri, Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Foto: dok/she

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Kegiatan literasi sebenarnya tidak terlepas dari membaca, namun hal ini tidak berlaku untuk anak usia dini yang notabene belum bisa membaca.

Maka kegiatan literasi dilakukan dengan cara menyimak. Salah satunya yaitu kegiatan menyimak dongeng. Sebab, dongeng memiliki nilai pendidikan karakter yang dapat diajarkan pada siswa anak usia dini. Hal ini diungkapkan oleh ketua Tim Pengabdian dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang,  Dr. Evi Chamalah, M.Pd, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang mengusung tema “PKM Kelompok Cinta Dongeng Islami untuk Meningkatkan Budaya Literasi Sastra Anak bagi Siswa TPQ Az-Zuhri, Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang, Kota Semarang”, ini yang sedianya diikuti kurang lebih 60 siswa, namun karena pandemi covid-19, dibatasi hanya 20 siswa TPQ.

Tim pengabdian ini beranggotakan Dr. Turahmat, M.Pd., Meilan Arsanti, M.Pd., Leli Nisfi Setiana, M.Pd., Aida Azizah, M.Pd., dan Oktarina P.W., M.Pd.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan berbagai langkah, di antaranya adalah melakukan sosialisasi program kepada pengelola TPQ, melakukan koordinasi dengan pengelola TPQ, pelaksanaan program, dan mempresentasikan hasil simakan.

‘’Ide awalnya pelaksanaan program ini dilakukan dengan cara membaca dan menulis, namun karena pandemi covid dan usia anak yang hadir pada saat pelaksanaan program, hal ini berubah menjadi kegiatan menyimak dan mempresentasikan hasil simakan,’’ jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.  Anak-anak TPQ sangat antusias dalam menyimak dongeng islami yang diberikan oleh tim pengabdian. Hal ini juga terlihat pada saat siswa TPQ mempresentasikan hasil simakan. Adapun materi yang diberikan oleh Tim pengabdian yaitu dongeng islami mengenai cerita Nabi Yunus AS dan Nabi Nuh AS.

‘’Pada saat pelaksanaan pengabdian, kita menjelaskan nilai pendidikan karakter yang ada dalam dongeng tersebut. Karakter yang ditanamkan yaitu karakter religius. Siswa diminta untuk taat dan patuh kepada Allah Swt., beserta nabi dan rasul Allah Swt.  Kisah Nabi Yunus AS dan Nabi Nuh AS dijelaskan kembali pada QS Ash-Shaafat ayat 139 dan QS Al-Ankabut Ayat 14-15,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua pengelola TPQ Azzuhri, Ustad Murood dalam kesempatan tersebut mengatakan terima kasih karena siswa TPQ Azzuhri telah diberikan pengetahuan mengenai dongeng islami. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak dapat meningkatkan rasa kecintaannya kepada nabi dan rasul Allah Swt. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here