SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pandemi COVID-19 membawa dampak di berbagai sektor dalam kehidupan, termasuk masyarakat Semarang. Sejak Maret 2020 hampir semua kegiatan masyarakat dibatasi dan nyaris tidak ada kegiatan di luar rumah yang melibatkan kerumunan orang-orang.
Semua kegiatan dialihkan secara daring, begitu juga pada sektor pendidikan, di mana proses belajar mengajar secara daring melalui rumah masing-masing atau dikenal dengan pembelajaran jarak jauh. Namun pada kenyataanya anak-anak yang belajar di rumah lebih banyak bermain dari pada belajar.
Dalam upaya menangani masalah tersebut warga Kelurahan Wonodri RW 12, Kota Semarang berinisiatif membuat kelompok belajar bernama “Kebun Ilmu”.Kelompok belajar ini terbentuk akibat keprihatinan Ibu Intan salah seorang warga RW 12, Ibu Tiksni selaku Ketua RW, dan Ibu Ning melihat anak-anak lebih banyak bermain dan malas belajar akibat sering di rumah tanpa bimbingan orang tua.
Ibu Tiksni mengatakan kelompok belajar ini sebenarnya yang mempunyai gagasan pertama adalah Ibu Intan, dan dirinya bersama Ibu Ning mempunyai pola pikir yang sama, prihatin melihat anak-anak yang kurang beruntung dalam belajar karena dampak pandemi ini. Maka terbentuklah ‘Kebun Ilmu’ ini sebagai wadah anak-anak untuk belajar.
Kegiatan belajar mengajar di Kebun Ilmu ini menarik perhatian mahasiswa KKN Reguler dari Rumah UIN Walisongo Semarang. Kemudian ikut membantu dalam melakukan pendampingan belajar di kelompok belajar Kebun Ilmu tersebut.
Kelompok belajar Kebun Ilmu ini terdiri dari anak-anak jenjang pra TK, TK, dan SD, untuk para pendampingnya terdiri dari 8 orang. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis malam pukul 19.00 di depan rumah Ibu Intan di Kelurahan Wonodri RW 12.
Materi-materi yang diajarkannya pun sederhana yang paling utama adalah tentang budi pekerti, belajar membaca, menulis dan menghitung, serta belajar yang dipadukan dengan permainan seperti permainan gambar dan kata dalam kosa kata Bahasa Inggris dan lainnya.
Anak-anak pun mengaku senang terhadap pembelajaran yang diberikan di samping bisa bermain juga menambah ilmu pengetahuan.
Ibu Intan berharap mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo yang ikut membantu dalam pendampingan belajar ini adalah bisa terus belanjut memberikan memberikan ilmu-ilmunya.
“Saya berharap Mahasiswa KKN UIN Walisongo ini terus berlanjut dalam memberikan Ilmunya tidak sebatas hanya program KKN semata, dan harapannya bisa memberikan inovasi dan ide-ide kreatif dalam pembelajaran, serta bisa melihat situasi dan kondisi supaya mempunyai banyak rencana,” tutur Ibu Intan selaku Pendamping Belajar di Kebun Ilmu, Senin, (26/10/2020).
Penulis: Rizki Ananda-yds

