Seorang anak saat diperiksa kesehatannya. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Siapa yang tidak ingin hidup di lingkungan yang bersih, nyaman dan asri. Semua orang pasti mengharapkannya. Namun hal berbeda dialami oleh anak-anak yang tinggal di Kawasan Kelurahan Tanjungmas Semarang.

Zafira Riani Aquina Sari (4,5) tahun salah satu dari sekian anak-anak tinggal di RT 5 RW 9 Kelurahan Tanjungmas Semarang. Siswi yang masih duduk di bangku PAUD ini kerap mengalami batuk atau ISPA sejak kecil.

“Banyak anak-anak yang tinggal disini sering mengalami batuk dan panas. Apalagi musim yang saat ini kurang kondusif, sebentar panas sebentar hujan,” kata Melina Titik Ayu (29) disela-sela mengantarkan anaknya bernama Zafira saat memenfaatkan progam pengobatan gartis, belum lama ini.

Melina menambahkan, selain cuaca tidak menentu yang menyebabkan anak-anak gampang sakit. Kelurahan Tanjungmas merupakan kawasan lingkungan yang berada sepanjang pinggir pesisir Pantai Utara (Pantura) Kota Semarang. Selain itu juga dekat dengan Kawasan Industri di Pelabuhan Tanjung Emas.

Sehingga, yang terjadi banyak komoditas kendaraan berat melintas keluar-masuk kawasan pelabuhan yang tak jauh dari lingkungan warga. Akibatnya debu kotor tidak terkontrol sehingga kualitas udara kurang sehat dan kondusif khusunya bagi anak-anak yang daya tubuhnya lemah.

“Maka kami senang dengan adanya pengobatan gratis ini. Kami juga berharap pengobatan ini dapat berjalan sebulan sekali. Sehingga kami tidak harus pergi ke puskesmas yang jaraknya cukup jauh,” Melina.

Hal ini juga ditegaskan oleh Ketua RW 9 Kelurahan Tanjungmas Semarang Hardiyono Basuki, bahwa lingkungan kelurahannya dekat dengan jalan Pantura juga Kawasan Industri di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Sehingga kondisi cuaca kurang menentu. Jadi anak-anak banyak yang mengalami sakit batuk dan panas,” jelasnya.

Ia bersyukur dengan adanya kegiatan progam kesehatan gratis ini. Menurutnya, layanan ini sangat membantu warga untuk mendapatkan hak kesehatan terutama anak-anak

“Kegiatan ini sangat positif. Kami berharap kegiatan ini bisa rutin di gelar di lingkungan kami,” harap Hardiyono.

dr Erwin Kresnoadi menyampaikan dari sekian banyak anak-anak yang diperiksa dalam layana ini rata-rata mengalami sakit batuk dan panas.

Menurutnya, hal ini tidak lepas karena lingkungan Kawasan Kelurahan Tanjungmas kurang bersih. Karena, lingkungan ini dekat dari pelabuhan. kemudian, sirkulasi rumah juga kurang kondusif, sebab jarak antara rumah satu dengan yang lain cukup berdekatan.

Sehingga bagi anak-anak yang daya tubuhnya kurang, mudah terkena penyakit. Ditambah cuaca yang kurang mendukung.

“Saya berharap, warga disini bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sehingga terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan,” harap dr Erwin yang setiap hari praktik RS Diponegoro Semarang.

Ketua Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng Djoko Adhi Saputro menyampaikan, kegiatan ini merupakan layanan kesehatan gratis di tahun 2020 yang sudah dua kali dilaksanakan. Sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Kemijen Semarang Timur.

Dalam sekali progam dibuka pendaftaran 250 pasien. 150 untuk lansia dan orang umum. Sementara 100 pendaftar khusus anak-anak.
“Sebab, kesehatan salah satu pilar penyaluran kami . Selain fokus dibidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan dakwah,” kata Joko.

Kata, Joko dalam setahun IZI Jateng menerima pasien kurang lebih 1500 anak-anak di Kota Semarang dan 4500 pasien lansia dan umum.

“Harapan kami melalui progam ini, masyarakat peduli tentang kesehatan serta bisa menerapkan pola hidup sehat,” harap Joko. ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here