By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sega Iriban Bakal Jadi Daya Tarik Wisatawan di Ungaran
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sega Iriban Bakal Jadi Daya Tarik Wisatawan di Ungaran

Last updated: 12 Maret 2020 20:14 20:14
Jatengdaily.com
Published: 12 Maret 2020 20:14
Share
Sega Iriban, kuliner tradisional khas Ungaran. Foto: humas provjateng
SHARE

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Kota Ungaran mempunyai kuliner tradisional sega iriban, yang biasanya cuma ada pada bulan Rajab sebelum Ramadan. Kuliner ini disajikan setelah warga melakukan bersih-bersih sumber mata air di masing-masing desa setempat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun terkesan dengan ‘sega iriban’ yang menjadi kuliner khas di Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang. Saat mengunjungi Festival Sega Iriban Kamis (12/3/2020), Ganjar pun tak ragu untuk menjajal kuliner tersebut.

Sega iriban, atau nasi iriban, sekilas mirip nasi gudangan lantaran terdiri dari nasi, sayuran lengkap dengan sambal kelapa, lauk ikan asin, tempe dan jeroan ayam. Sekilas nasi iriban ini mirip gudangan. Bedanya, sayuran yang disajikan dalam sega iriban dimatangkan dengan cara dimasukkan dalam batang bambu muda lalu dibakar di atas bara api.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menikmati sega iriban di Ungaran. Foto: humas provjateng

“Saya tertarik karena katanya (di sini) ada makanan unik. Ternyata ini, namanya sega iriban. Ini makanan unik, karena sayurannya tidak direbus, melainkan dibakar dalam bambu,” kata Ganjar, seperti dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Camat Ungaran Barat Eko Purwanto mengatakan, ke depan sega iriban akan menjadi sajian khas di pasar tradisional Desa Wisata Lerep. Para wisatawan dapat menikmati menu langka itu tanpa harus menunggu bulan Rajab tiba.

“Biasanya sega iriban ini disajikan sebelum masuk bulan ramadan. Setelah warga membersihkan sumber mata air di desa masing-masing, kemudian menggelar acara makan bersama. Menu makanannya ya sega iriban ini. Kami ingin menghidupkan kembali tradisi itu. Tidak hanya setahun sekali, namun kami ingin menjadikan itu sebagai daya tarik wisatawan,” kata Eko.

Ganjar mengapresiasi masyarakat sekitar yang kreatif mengangkat potensi daerahnya. Dia berharap inovasi tidak pernah berhenti dilakukan melainkan senantiasa digali untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini menarik dan tentu laku dijual untuk menarik wisatawan. Kuliner khas yang melegenda semacam ini, banyak dicari wisatawan. Gunakan dana desa yang ada untuk mengembangkan potensi-potensi ini. Kami dari pemerintah tentu akan memberikan dorongan. Bahkan, kami sudah membuat peraturan daerah mengenai desa wisata dan siap memberikan hadiah Rp 1 miliar kepada desa wisata yang terbaik,” pungkas Ganjar. yds

You Might Also Like

Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 di IKN Disambut Baik Presiden IOC Thomas Bach
Blusukan Bareng Jokowi, Ganjar Siap Revitalisasi Pasar Menden Blora
Harga Mi Instan akan Naik 3 Kali Lipat, Mendag: Tidak Benar Itu
Peringati Hari Pramuka, Presiden: Pramuka Indonesia Harus Optimis
Antisipasi Omicron, Kota Salatiga Siapkan Ruang Isolasi Terpusat
TAGGED:gubernur ganjar pranowokuliner ungaransega iribanwisata jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?