in

Pembangunan Pasar Legi Solo; Progres Lebih Cepat, Oktober Rampung

Progres pembangunan Pasar Legi Solo. Foto: dok kemenpupr

SOLO (Jatengdaily.com) – Pasar Legi Solo menjadi salah satu pasar tradisional terbesar di wilayah Solo Raya, dengan kegiatan pedagang 24 jam sejak dulu kala. Para pedagang berdatangan dari sejumlah daerah khususnya dari sentra-sentra hasil bumi.

Namun kebakaran yang terjadi pada bulan Oktober 2018 lalu membuat aktivitas pedagang sangat terganggu. Karena mereka harus menempati pasar darurat di sekitarnya yang kurang representatif. Tak cuma itu, dampaknya juga memunculkan kemacetan di sekitar pasar karena pedagang berjualan di pinggir jalan, khususnya di Tambaksegaran.

Saat ini Pasar Legi sedang dibangun kembali setelah Wali Kota Solo sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo mengusulkan bantuan anggaran kepada pemerintah pusat untuk rehabilitasi Pasar Legi dan pemerintah pusat pun menyetujuinya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming meninjau progres renovasi Pasar Legi yang terletak di Kecamatan Banjarsari, tersebut Sabtu (27/3/2021).

“Kontraknya selesai November 2021, tetapi Alhamdulillah progresnya lebih cepat. Paling lambat Oktober 2021 akan kita selesaikan, sehingga para pedagang yang sekarang ditempatkan di pasar darurat bisa lebih cepat menempati,” kata Menteri Basuki.

Menurut Menteri Basuki, saat ini progres rehabilitasi Pasar Legi mencapai 25,90% atau lebih cepat dari rencana sebesar 20%. Pembangunan Pasar Legi menggunakan konsep green building seperti yang diadaptasi pada bangunan Pasar Klewer.

Konsep ini diharapkan mampu meminimalkan penggunaan daya listrik dengan desain memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, sehingga lebih ramah lingkungan. Bangunan pasar telah mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Pratama.

Pembangunan Pasar Legi dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk sebagai pemenang tender. Basuki menyebut, kontrak pembangunan Pasar Legi sampai November 2021.

Pasar Legi Solo selain menjadi pusat perdagangan terdaisional di Solo Raya, juga mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Menjadi salah satu pasar legend di Solo, didirikan pada masa pemerintahan Mangkunegara I. Nama Pasar Legi diambil darai salah satu nama hari pasaran jawa yakni Legi.

Pada tahun 1936, Pasar Legi dibangun menjadi lebih modern oleh Mangkunegara VII (1916 – 1944). Kemudian pada tahun 1992 Pasar Legi kembali direnovasi sampai kemudian terjadi musibah kebakaran pada 2018 lalu. yds

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan, Doni Monardo: Saya akan Bertanggung Jawab

Impor Beras Ditunda Belum Dibatalkan