in

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Perjudian Online, Sembilan Pelaku Dilimpahkan ke Kejari Semarang

Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana kasus judi online 1Xbet.com. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana kasus judi online 1Xbet.com merupakan perjudian online sepak bola liga Italia. Sebanyak 9 tersangka kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang. Kasubnit 3 Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKP Bambang Meiriawan mengatakan para tersangka diantaranya berinisial MDD, ARW, MRW, TANC, A, DF, BYAP, AL, dan AA. Para tersangka ini punya peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

“Mereka sudah kita limpahkan tahap dua, barang bukti dan tersangka ke Kejari Semarang. Modus operandinya para pelaku mengumpulkan rekening-rekening bank, lalu di pool di salah satu tersangka lalu dikirim ke Filipina dan Kamboja. Rekening ini digunakan deposit dan withdraw untuk memudahkan transaksi perjudian 1Xbet. Mereka menguasai seluruh rekening,” kata Bambang Meiriawan di Semarang, Kamis (27/6/2024).

Adapula yang berperan mencari calon nasabah bank terutama yang memiliki fasilitas mobile banking dan menerima hp serta kartu perdana untuk dilakukan aktivasi mobile banking.

“Berdasarkan analisa yang di lakukan, untuk omzet perbulan mencapai sekitar Rp 15 miliar. Dan sudah berjalan sejak 2022,” ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah pihaknya menemukan IP Address laman judi daring tersebut yang ternyata berada di Semarang. Sementara operator ada di Kamboja dan Filipina. Dari informasi tersebut kemudian langsung melakukan penindakan penangkapan di beberapa daerah.

“Mereka ditangkap di tiga daerah Semarang, Jakarta, dan Medan. Di Semarang ada dua pelaku, mereka ditangkap di rumah kontrakan kamuflase depan rumahnya laudry. Kita sedang memburu 2 DPO bandar perwakilan tersangka utama, WNI dan sudah kita keluarkan red notice ke Kamboja,” ungkapnya.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti termasuk 77 rekening dan 33 handpone, komputer dan uang sejumlah Rp 700 juta. Guna menghentikan transaksi judol tersebut, pihaknya berkoordonasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemblokiran situs-situs pemasaran perjudian.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kemenkominfo untuk memblokir situs judi daring tersebut,” jelasnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kota Semarang Rizky Pratama mengatakan bahwa penahanan tersangka di Lapas Semarang dan Lapas Perempuan Semarang.

“Selanjutnya akan disusun dakwaan dan secepatnya dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” tutupnya.

Mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. adri-she

Written by Jatengdaily.com

Polres Purbalingga Ringkus Dua Tersangka Kasus Judol

Meriahkan Hari Anak Nasional, PLN UP3 Salatiga Kolaborasi YBM dan Lazis Jateng Gelar Khitan untuk Anak Yatim dan Dhuafa