in

Mudik pulang Kampung yang Menggembirakan, Antimabuk Perjalanan

Riza Maulana, M.Pharm.Sci

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menjelang akhir bulan Ramadan sudah menjadi rutinitas yang tentunya membahagiakan bagi masyarakat Indonesia, yaitu mudik ke kampung halaman.

Setelah menyelesaikan puasa satu bulan tentunya menjadi hal yang sangat disyukuri untuk merayakan hari raya bersama orang tua dan keluarga besar.

Momen lebaran Idul Fitri menjadi momen yang pas untuk berkumpul menjalin silaturahmi kembali dengan saudara-saudara tercinta sembari melepas kepenatan karena rutinitas kegiatan.

Budaya mudik sudah menjadi tradisi tahunan dengan cerita yang beragam. Ada yang mudiknya dekat, dalam satu kampung, satu kota, ada juga yang mudik jauh, bisa antarkota, antarprovinsi bahkan antarpulau, yang bisa menempuh jarak beribu-ribu kilometer dan berjam-jam di perjalanan.

Belum lagi, jika ketemu dengan kemacetan khas mudik lebaran yang terkadang bisa menghabiskan waktu perjalanan yang lama. Tentunya, menjadi problem tersendiri bagi orang-orang yang tidak terbiasa bepergian karena mabuk perjalanan.

Salah satu momok yang sering dirasakan oleh orang-orang ketika berkendara. Bisa dibayangkan jika harus menahan mabok di dalam mobil yang tengah berada di kemacetan yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya.

Mabuk perjalanan dengan gejala pusing dan mual ketika seseorang berada di dalam kendaraan yang bergerak. Mabuk perjalanan umum dialami oleh orang yang bepergian menggunakan mobil, bus, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang.

Hal ini biasanya dipicu karena kurangnya tidur dan istirahat sebelum melakukan perjalanan, fobia atau kecemasan terhadap perjalanan jauh, perubahan hormonal, menderita penyakit tertentu, seperti migrain, sampai aktivitas tertentu yang dilakukan selama di dalam kendaraan, seperti main handphone atau membaca buku.

Gejala mabuk perjalanan biasanya ditandai dengan pusing, keringat dingin, napas terengah-engah, hingga mual dan muntah. Gejala ini dapat lebih cepat terjadi bagi penderita ketika berada di dalam kendaraan yang pengap, kurangnya ventilasi, menggunakan pengharum yang menyengat, atau penuh asap rokok.

Upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjadinya mabuk perjalanan di antaranya jika memungkinkan duduk di kursi terdepan atau dekat jendela, membuat sandaran kursi senyaman mungkin dan pejamkan mata, tarik dan hembuskan napas perlahan, jaga agar tubuh tetap hangat dengan memakai jaket ketika kendaraan dingin, hisap permen yang memiliki rasa mint atau jahe, minum air putih yang cukup.

Selain terapi suportif tersebut, mabuk perjalanan juga dapat diatasi dengan meminum obat antimabuk yang dapat diminum 1–2 jam sebelum melakukan perjalanan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa obat antimabuk dapat menyebabkan kantuk sehingga tidak direkomendasikan menyetir setelah mengonsumsi obat ini.

Tentunya hal ini bisa menjadi sesuatu yang bisa diusahakan agar mudik menjadi hal menggembirakan yang dinantikan, dan tentunya saat arus balik juga nantinya. Kita pastinya menginginkan perjalanan yang lancar dengan kondisi prima sehingga nantinya dapat benar-benar memanfaatkan momen lebaran dengan khidmat dan berkesan positif. Tidak mau kan gejala mabuk perjalanan mengganggu aktivitas mudik dan balik?
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H !

Penulis:apt. Riza Maulana, M.Pharm.Sci.
Apoteker dan Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jatengdaily.com

 

Written by Jatengdaily.com

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Masehi Jatuh Pada Hari Rabu 10 April 2024

Ribuan Orang Shalat Idul Fitri di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Azhar Combo Ajak Kuatkan Persaudaraan