By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sinergi dan Kolaborasi jadi Kunci Pengembangan Potensi Pangan Lokal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Sinergi dan Kolaborasi jadi Kunci Pengembangan Potensi Pangan Lokal

Last updated: 21 Oktober 2024 13:16 13:16
Jatengdaily.com
Published: 21 Oktober 2024 11:09
Share
Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang baru-baru ini, Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jstengdaily.com) – Sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak menjadi fondasi utama dalam pengembangan potensi pangan lokal di Indonesia. Dalam memperkuat ketahanan pangan, tidak hanya diperlukan inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung, tetapi juga kerja sama antara akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat luas.

Inilah yang menjadi sorotan utama dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang baru-baru ini, sebagai bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia.

Webinar dengan tajuk “Pengembangan Potensi Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan” ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang mengupas berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan pangan lokal sebagai langkah strategis untuk mencapai kemandirian pangan nasional.

Tiga narasumber utama, yakni Ir. Dyah Lukisari, M.Si (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah), Agung Maashaba, SPt (Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang), dan Siyamto (praktisi pangan), menyampaikan pandangan mereka mengenai pentingnya sinergi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing pangan lokal.

Ir. Dyah Lukisari, M.Si menekankan bahwa pengembangan pangan lokal harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang tepat, inovasi dari akademisi, serta partisipasi aktif dari masyarakat. “Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Selain itu, Agung Maashaba menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya pangan lokal, yang tak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Sementara itu, Siyamto berbagi pengalaman dalam diversifikasi produk berbahan pangan lokal yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar.

Antusiasme peserta sangat terlihat dalam sesi tanya jawab yang interaktif, di mana berbagai solusi dan peluang pengembangan pangan lokal dibahas secara mendalam. Webinar ini tidak hanya menjadi sarana bertukar pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depannya. St

You Might Also Like

Telkom Solusikan Kebutuhan UMKM, Jalankan Bisnis melalui Digital Touch Point mysooltan
Pelatih PSIS Beri Latihan Ekstra untuk Pemain yang Baru Gabung
Sebanyak 18 Gram Sabu Yang Dilemparkan ke Lapas Semarang Berhasil Digagalkan Petugas
Mahasiswa Undip Gagas Mitigasi Ternak saat Bencana, Berbasis Identitas Sidik Moncong
PPK Diduga Curang, Dua TPS Lakukan Coblosan Ulang Hari Ini
TAGGED:adi Kunci Pengembangan Potensi Pangan LokalSinergi dan Kolaborasi j
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?