Ce-MEBSA Undip Perkuat Jejaring Global, Prof Sapto Paparkan Inovasi Biomonitoring Lingkungan

5 Min Read
Guru besar Undip Prof Sapto Putro jadi pembicara di Konferensi Internasional ICMDRSE 2026, di Kualalumpur Malaysia. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Ketua Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA) sekaligus Ketua Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Drs. Sapto P. Putro, M.Si., Ph.D., hadir sebagai pembicara dalam 9th International Conference on Multi-Disciplinary Research Studies and Education (ICMDRSE-2026) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat dan Sabtu (29–30 Mei 2026).

Dalam forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, dan profesional dari berbagai negara tersebut, Prof Sapto membawakan materi berjudul “Multi-Bioindicator Framework for Environmental Biomonitoring and Biosecurity Surveillance in IMTA Floating”.

Di hadapan peserta konferensi, Prof Sapto menegaskan bahwa ICMDRSE-2026 merupakan platform global penting untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional dan mendorong lahirnya inovasi lintas disiplin ilmu.

Mengusung tema “Empowering Education and Research: Shaping the Future through Collaboration and Innovation”, konferensi ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan hasil penelitian guna menjawab berbagai tantangan global.

“Di era yang ditandai kemajuan teknologi yang pesat, tantangan lingkungan, dan perubahan lanskap pendidikan, pendekatan kolaboratif dan interdisipliner menjadi semakin penting untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan,” ujar Prof Sapto.

Pada kesempatan tersebut, Prof Sapto juga memperkenalkan peran Ce-MEBSA Undip sebagai salah satu mitra akademik ICMDRSE-2026. Menurutnya, Ce-MEBSA yang berfokus pada pengembangan akuakultur berkelanjutan, ekologi kelautan, biomonitoring lingkungan, dan biosekuriti perairan terus mendorong penelitian inovatif serta kolaborasi internasional.

Melalui keterlibatan dalam konferensi tersebut, Ce-MEBSA menegaskan komitmennya untuk mendukung pertukaran pengetahuan, memperluas jaringan akademik global, dan menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai tantangan lingkungan dan keberlanjutan.

Guru besar Undip Prof Sapto Putro jadi pembicara di Konferensi Internasional ICMDRSE 2026, di Kualalumpur Malaysia. Foto: dok

Dalam presentasinya, Prof Sapto memaparkan hasil penelitian terbaru terkait pengembangan kerangka kerja multi-bioindikator untuk biomonitoring lingkungan dan pengawasan biosekuriti pada sistem budidaya perairan Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) berbasis jaring apung.

Penelitian tersebut mengintegrasikan indikator ekologis, pendekatan biomonitoring lingkungan, dan strategi pengelolaan akuakultur berkelanjutan guna memperkuat kesehatan ekosistem, meningkatkan produktivitas budidaya, serta mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang tangguh.

“Pendekatan multi-bioindikator ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan akuakultur berkelanjutan sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perairan yang lebih efektif,” jelasnya.

Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, ICMDRSE-2026 juga menjadi sarana memperkuat kemitraan akademik global, mempromosikan praktik pendidikan inovatif, serta mendorong kontribusi ilmiah yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Partisipasi Prof Sapto dalam ICMDRSE-2026 menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kapasitas akademik dan penelitian Undip, sekaligus memperkuat posisi kampus tersebut dalam jejaring riset global di bidang lingkungan, kelautan, dan akuakultur berkelanjutan.

Partisipasi Berbagai Negara

Konferensi tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh akademik internasional sebagai tamu kehormatan antara lain: Founder dan Managing Director IFERP Technoarete Group India Siddth Kumar Chhajer; Vice-Rector for Research and Innovation Ala-Too International University (AIU) Kyrgyz Republic Kojobekova Aijarkyn Sheyshenbekovna; Associate Professor Dr. Goh Wei Wei Head School of Computer Science, Taylor’s University, Selangor, Malaysia. Juga Prof. Abirlal Mukherjee dari Universal Digital Education Initiatives (UDEI) India dan Prof. (Dr.) Athula Gnanapala dari Sabaragamuwa University of Sri Lanka, Sri Lanka.

Hadir juga pembicara dari sejumlah negara diantaranya: Dr. Md. Uzir Hossain dari Taylor’s University, Malaysia; Assoc. Prof. Ts. Dr. Md. Rezaur Rahman dari University Malaysia Sarawak, Malaysia; Prof. Dr. Ahmed A. Al-Amiery Al-Ayen dari Iraqi University, Iraq; Assoc. Prof. Dr. Nurnadiah Zamri dari Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia; Prof. Ts. Dr. Khairur Rijal Bin Jamaludin dari Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia dan Assoc. Prof. Ts. Dr. Nur Azaliah BT Abu Bakar dari Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia.

Hadir juga Prof Ir Dr. Jamaluddin Mahmud dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia; Assoc. Prof. Dr. Chokchai Yuenyong (Khon Kaen University, Thailand); Dr. Amar Johri (Saudi Electronic University, Saudi Arabia); Dr. Ho Meng Chuan (Faculty of Medicine & Health Sciences, UCSI University Springhill Campus, Malaysia); Dr. Leong Chew Moi Assistant Professor Associate Dean for Quality Assurance, Faculty of Communication and Creative Industries; Tunku Abdul Rahman (University of Management and Technology, Malaysia); Aditya Rautaray (Cloud Security Architect, CVS Healthcare USA); Dr. Goh Wei Wei (Head School of Computer Science, Taylor’s University, Selangor, Malaysia); Dr. Tan Lay Hong (Senior Lecturer, Department of Technology Management, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Malaysia; dan Assoc. Prof. Dr. Tan Fee Yean (School of Business Management, College of Business, Universiti Utara Malaysia, Malaysia). she

Share This Article