By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dari Munas X LDII: Timur Tengah Beri Pelajaran Penting Tentang Kemandirian Bangsa
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dari Munas X LDII: Timur Tengah Beri Pelajaran Penting Tentang Kemandirian Bangsa

Last updated: 9 April 2026 08:39 08:39
Jatengdaily.com
Published: 9 April 2026 08:39
Share
Munas X LDII. Foto: dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily mendorong generasi muda LDII untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi ketidakpastian global. Wacana mengenai sumberdaya manusia sebagai modal kemandirian bangsa itu, ia lontarkan saat memberi pembekalan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X DPP LDII di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu malam (8/4/2026).

Ia menegaskan, generasi muda, khususnya generasi Z, memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas akademik dan keterampilan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Ia pun mendorong generasi muda khusus generasi penerus LDII untuk memperkuat kompetensi di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia.

“Karena itu saya ingin mendorong melalui lembaga pendidikan yang ada di LDII untuk memperkuat kemampuan akademik secara profesional dan berkeahlian skill STEM. Karena kekayaan alam kita bisa digali kalau dengan keahlian tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital yang kritis. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi harus mampu berpikir analitis dan mendalam, “Jangan hanya bergantung pada media sosial. Anak muda harus punya kemampuan berpikir mendalam, salah satunya dengan membaca dan mengasah kemampuan intelektual,” tegasnya.

Dalam paparannya, ia juga menyinggung kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Situasi ini, menurutnya, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi.

Ia menambahkan, ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII. Menurutnya, LDII memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai program yang telah dijalankan. Ia mengapresiasi inisiasi program LDII dalam mengembangkan sorgum sebagai alternatif bahan pangan pengganti beras, dan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren dan kantor organisasi LDII.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso menegaskan bahwa penguatan SDM dan ketahanan nasional sejalan dengan prioritas utama organisasi, yakni kebangsaan. Ia menjelaskan, nilai kebangsaan menjadi fondasi dalam menjalankan berbagai program LDII, termasuk di bidang pendidikan, ekonomi, dan lingkungan, “Program prioritas pertama LDII adalah kebangsaan. Dari situ, program-program lain akan lebih mudah dijalankan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), KH Said Aqil Siradj mendorong LDII memperkuat dakwah berbasis _tsaqafah_ — yakni dakwah berbasis kebudayaan, pengetahuan, atau pemikiran yang dimiliki suatu bangsa. Terkait dakwah holistik tersebut, ia meminta seluruh ormas Islam, terutama LDII mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Ia menegaskan, penguatan tsaqafah menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas umat, baik secara kecerdasan akademik, maupun pembentukan kecakapan hidup, keterampilan, serta cara pandang yang matang, “Tsaqafah itu membentuk generasi yang berilmu, punya kecakapan, sekaligus memiliki cara pandang yang baik dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia pun mendorong LDII memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan yang menyeluruh, mencakup aspek keilmuan, keterampilan, dan pembentukan karakter, agar mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Said Aqil juga menegaskan bahwa dakwah merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Namun, dakwah harus dijalankan dengan pendekatan yang bijak (Bil hikmah). Dakwah dengan hikmah inilah yang menjadi pelajaran penting, agar Indonesia tidak terjebak konflik seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan di Indonesia, “Alhamdulillah Indonesia relatif stabil. Tidak seperti di Timur Tengah yang mudah terjadi konflik. Di sini, perbedaan antarormas tidak sampai pada perbedaan prinsip,” katanya.

Ia menilai, perbedaan yang ada di Indonesia merupakan hal yang wajar, selama tetap berada dalam bingkai persatuan. Karena itu, organisasi keagamaan seperti LDII memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat kontribusi umat dalam kehidupan berbangsa.

Senada dengan KH Aqil Siradj, Ketua DPP LDII, Singgih Tri Sulistiyono menilai penguatan tsaqafah sejalan dengan program LDII yang selama ini berfokus pada pendidikan, pembinaan karakter luhur, serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia, “Yang didorong adalah bagaimana umat Islam bisa menjadi _leading_ dalam pembangunan masyarakat, baik dari sisi moralitas, kesejahteraan, maupun menciptakan perdamaian,” ujarnya.

Menurutnya, dalam konteks era digital saat ini, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Karena itu, selain memiliki pengetahuan, generasi muda juga dituntut memiliki empati sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi perubahan, “Kalau kita tertinggal dalam teknologi, tentu kita akan kalah. Karena itu, penguatan pendidikan, ekonomi, dan teknologi menjadi bagian penting dalam program LDII,” jelasnya. she

You Might Also Like

Selamatkan Pantai dari Abrasi, Polres Demak dan Pemkab Tanam Mangrove
Rel Layang Simpang Joglo Solo Diharapkan Rampung 2023
Sebanyak 99 Daerah Berhasil Menetap di Zona Hijau
Perjalanan Aglomerasi Semarang Raya Masih Diperbolehkan
Harga Tiket PSIS Lawan Persela Turun
TAGGED:Munas X LDII
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?