SEMARANG (Jatengdaily.com)- Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya melalui partisipasi program pengembangan Kampung Minapolitan Siroto, Gunungpati Semarang dimana ini merupakan pengembangan kawasan berbasis perikanan dan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan edukasi keamanan ketenagalistrikan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Perikanan Kota Semarang, Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Gunungpati, UNNES, Yayasan Akar Banir Indonesia, Pokdakan Mina Lancar, hingga Kelompok Tani Subur Makmur Siroto sebagai bentuk kolaborasi multipihak dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Manager UPT Semarang, Achmad Ridwan, menjelaskan bahwa program TJSL ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah yang dilintasi jalur transmisi atau right of way (ROW).
Kampung Siroto dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
“Kinerja PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra Masyarakat dan pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian dan kesejahterahan. Kampung Siroto memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan produktif yang terintegrasi antara sektor perikanan, pertanian, dan lingkungan,” ujar Achmad.
Perencanaan program pengembangan Kampung Minapolitan Siroto sendiri terbagi menjadi 3 tahap dalam 3 tahun yaitu fase rintisan, pengembangan, dan keberlanjutan. Untuk tahun pertama, paket intervensi difokuskan pada penerapan smart climate aquaculture berbasis Internet of Things (IoT), reaktivasi kolam budidaya yang tidak aktif, perlindungan mata air di bawah Right of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), serta perintisan Pusat Pembelajaran Minapolitan sebagai ruang belajar dan penguatan kapasitas kelompok.
Sasaran utama program TJSL Kampung Minapolitan PLN Siroto adalah penguatan kapasitas Pokdakan Mina Lancar sebagai aktor utama, pemilik lahan di sekitar mata air dan koridor SUTET, serta pengembangan kemitraan strategis dengan pemerintah dan lembaga terkait. Program ini dirancang untuk mendorong budidaya perikanan yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berbasis inovasi teknologi sesuai dengan kondisi dan kesiapan masyarakat.
General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady menegaskan Program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Kampung Minapolitan PLN Siroto ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan ekonomi lokal pembudidaya ikan, SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi budidaya perikanan berbasis IoT, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pendekatan budidaya adaptif dan perlindungan mata air sebagai bagian dari ketahanan lingkungan.
“Melalui kolaborasi multipihak antara PLN, UNNES, fasilitator, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi model pembangunan minapolitan yang berkelanjutan dan inklusif serta PLN ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Khususnya, dengan mendukung transformasi dalam pertumbuhan ekonomi yang semakin modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. she

