By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tak Dikenali Warga Karena Pakai Masker, Petugas Coklit Kesulitan Masuk Perumahan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tak Dikenali Warga Karena Pakai Masker, Petugas Coklit Kesulitan Masuk Perumahan

Last updated: 12 Agustus 2020 12:32 12:32
Jatengdaily.com
Published: 12 Agustus 2020 12:31
Share
ilustrasi
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) -KPU Kota Semarang kesulitan mendatangi perumahan elit saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilu Pilwalkot 2020.

Penyebabnya, Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) yang tidak dikenali warga lantaran kerap memakai masker.

“Jadi karena pandemi COVID-19, petugas PPDP yang sering tidak dikenali warga. Karena mereka kan harus pakai masker. Ketua RT yang menjelaskan akhirnya tidak ada warga satu pun yang menolak saat dilakukan Coklit,” kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Rabu (12/8/2020).

Dia mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih berupaya menuntaskan proses coklit di seluruh kelurahan dan 16 kecamatan.  Menurutnya, KPU Kota Semarang sudah selesaikan coklit 90-95 persen.

“Target penyelesaian coklit sendiri, katanya maksimal 30 Agustus untuk melakukan penyisiran data pemilih. Saat ini coklit yang kita lakukan sudah selesai 90-95 persen. Kemudian setelah itu baru masuk proses pencalonan yang jadwalnya pada 4-6 September,” jelasnya.

Data coklit nantinya pada pertengahan September akan diuji sebagai bahan DPS. Mekanismenya yakni data pemilih yang didapat saat coklit diunggah terlebih dulu di website. Lalu menunggu respon masyarakat, baru kemudian diperbaiki. Proses tersebut akan memakan waktu sampai Oktober.

“Yang sulit itu kan kalau orangnya lagi di luar kota. Terus di perumahan kebanyakan warganya tertutup,” ungkapnya. Adri-she

You Might Also Like

Walikota Semarang akan Kuhkan Pengurus Satupena
Gempa M5,2 di Halmahera Selatan, 60 Rumah Rusak Ringan
Ribuan Jemaah Padati MAJT, Iduladha Momen Teguhkan Kesetiakawanan Sosial
Tausiah MUI Jateng Jelang Ibadah Kurban, Hewan Terkena PMK Kategori Ringan Hukumnya Sah
Dijenguk Kajati Sulbar saat Melahirkan, Terpidana Korupsi Rp 41 Miliar Terharu
TAGGED:kesulitas masuk perumahanpakai masker tak dikenalpetugas coklit
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?