By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: JYPA Gelar Teater Musikal Bertema Vincent Van Gogh
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaSeni Budaya

JYPA Gelar Teater Musikal Bertema Vincent Van Gogh

Last updated: 1 Juni 2019 14:31 14:31
Jatengdaily.com
Published: 1 Juni 2019 05:46
Share
Vincent Van Gogh (dalam bentuk lukisan), cerita tentang dia akan digelar dan digagas oleh JYPA bekerjasama dengan SLC. Foto: by
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)– Sebuah pagelaran teater mengangkat tema Still Life: The Story of Vincent Van Gogh, Juni 2019 akan digelar di Indonesia. Adalah Youth for Performing Arts (JYPA) bekerja sama dengan Saraswati Learning Center (SLC) yang menggagas acara yang menginspirasi tersebut.

Pagelaran sendiri akan mengkisahkan sisi lain dari Van Gogh, orang hebat yang dianggap gila hingga dikirim ke rumah sakit jiwa. Vincent Van Gogh adalah pelukis pascaimpresionis Belanda yang menjadi salah satu tokoh paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah seni di Barat.

COO Jakarta Youth For Performing Arts dan Produser Still Life, Divanka Larastessya Djamalus mengatakan musikal tersebut menceritakan kisah orang-orang yang berada dalam hidupnya, dan bagaimana mereka memengaruhi kehidupannya.

“Meski tujuan utama JYPA adalah untuk memajukan para pemuda, mereka juga mempunyai tujuan untuk menyebarkan pesan-pesan penting melalui komunitas mereka. Still Life tidak terbatas dengan musik, seni dan tari, tetapi juga menyebarkan pesan positif tentang masalah-masalah yang diremehkan di Indonesia,” ujar Divanka di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Divanka menambahkan masyarakat Indonesia cenderung mengabaikan meningkatnya masalah kesehatan mental, dan JYPA sangat berharap untuk dapat menghilangkan stigmatisasi prasangka negatif penyakit mental dengan cara melukiskan kehidupan jujur, namun indah yang sudah dilalui oleh Vincent Van Gogh.

Dari kolaborasi dengan Saraswati Learning Center, mereka akan menyebarkan kesadaran terhadap kesehatan mental dan kecacatan mobilitas kognitif, seperti Cerebral Palsy, Down Syndrome dan lain lain,” tambah dia.

Sementara Pendiri Saraswati Learning Center (SLC), Reshma Wijaya Bhojwani mengatakan teater musik dan juga lelang lukisan yang dibuat oleh kolaborasi seniman dengan difabel tersebut sebagai ajang pembuktian untuk mengubah pola pikir.

Dikatakan Reshma, semua orang harus melihat dari segi kemampuan masing-masing individu bukan dari ketidakmampuan. “Kita semua berbeda baik dari segi penampilan, karakter, kegemaran, pola pikir dan sebagainya.Jadi mulai sekarang juga rubah pola pikir lihat dari segi kemampuan bukan dari ketidakmampuan,” tandas Reshma Wijaya. by-she

You Might Also Like

Hendi Berharap BP2KS Lebih Getol Lagi Promosikan Wisata Kota Semarang
Agustus Penuh Makna di Metro Park View Kota Lama Semarang, Rayakan Kemerdekaan dan Ultah ke-4 dengan Semangat ‘Fourward Together’
Pembelajaran Sastra Dinilai Membosankan
Jateng Valley harus Berorientasi pada Aspek Lingkungan Hidup
FHA-Food & Beverage Terbesar di Singapura akan Hadir, Targetkan 60.000 Pengunjung
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?