By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Keren…Samuel Wattimena Selalu Beri Inspirasi, Mudah Bergaul dan Jejaringnya Luas
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Keren…Samuel Wattimena Selalu Beri Inspirasi, Mudah Bergaul dan Jejaringnya Luas

Last updated: 6 Februari 2024 09:54 09:54
Jatengdaily.com
Published: 6 Februari 2024 09:54
Share
Samuel Wattimena membagikan buku kepada para peserta yang beruntung. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Desainer kondang yang tidak asing lagi di Tanah Air, Samuel JD Wattimena selalu memberikan inspirasi bagi sejumlah komunitas. Sosok yang identik dengan dunia fashion dan wastra nusantara yang digelutinya selama 45 tahun, bahkan mudah dikenal dan bisa diterima siapa pun, berkat lingkar jejaringnya yang sangat luas.

Hal ini dibuktikan Samuel saat menggelar acara bertajuk ‘Membaca Sebagai Inspirasi Kehidupan yang Keren’ berkolaborasi dengan penulis buku Rayni N Massardi dan Maya Diana K Dewi, penulis yang beken sebagai founder Komunitas Diajeng Semarang (KDS).

Kegiatan yang dihelat di Kotta Hotel Semarang yang cozy di kawasan Kota Lama Semarang, pada Minggu (4/2), Samuel menggagas peluncuran Book Club bernama Sangkar Wiku bersama kedua penulis tersebut.

Kolaborasi dengan penulis buku, barangkali inilah momen bersejarah baginya untuk menancapkan perannya ikut memberikan kontribusi berupa edukasi literasi ke masyarakat, khususnya kepada komunitas pembaca buku.

Samuel Wattimena yang juga caleg Dapil Jateng I dari PDIP, meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal ini menggandeng Rayni dan Maya Dewi untuk berbagi pengalaman dalam proses kreatifnya. Rayni adalah penulis kelahiran Brussels (Belgia) yang juga istri pengarang kenamaan Noorca Massardi. Pada forum itu, Rayni membagikan buku sketsa yang berjudul ”Darah” dan novel grafis ”Tidak Jatuh Cinta”.

Sedangkan Maya juga menghadiahkan buku ”Sentini” yang mengisahkan bakul jamu gendong dengan segala romantika hidupnya. Bakul jamu ditokohkan sebagai sanguinis, artinya penuh optimisme.

Acara peluncuran book club bukan acara kaleng-kaleng. Selain dihadiri para pengelola pondok baca, di deretan kursi undangan ada tokoh-tokoh dari Ketua Persatuan Penulis Indonesia (Satu Pena), dan editor buku. Ada juga para remaja anggota KDS dan Persatuan Wanita Maluku Indonesia Jateng.

Sebagaimana diungkapkan Sammy, panggilan akrabnya, kegiatan ini merupakan momen spesial karena dirinya bisa komunikasi dan berkoordinasi dengan para penulis buku. Dia tak menampik, eksistensi dirinya sebagai perancang mode tak lepas dari peran dari penulis, dan para jurnalis.

”Dan karya-karya sastra adalah bagian dari budaya, dimensi yang menjado passion saya. Terus terang, saya menemukan banyak dimensi ketika bertemu dari penulis bersama karya-karyanya,” kata caleg DPR RI dari PDIP untuk wilayah Jateng I (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga) itu.

Orang Pintar
Menurut Staf Khusus Kementerian PPA ini, book club itu bernama Sangkar Wiku yang dia gagas bukan seperti e-book, namun lebih fokus sharing antarpenulis dan pembaca tentang buku-buku yang lagi populer atau info tentang jaringan penerbit.

”Misalnya nih, ada buku tentang roman. Nantinya saya kasih resumenya, judulnya, pengarangnya siapa. Kita juga bisa sharing tentang CSR yang bisa bantu penulis. Komunikasinya nanti melalui online sehingga jangkauannya luas,” ujar peraih penghargaan 75 Ikon Pancasila dalam Kategori Seni, Budaya, dan Kreatif sebagai Desainer Pelestari Kain Nusantara itu.

Perancang busana untuk sejumlah film nasional itu, juga berharap, book club yang dirintisnya sebagai wadah untuk menjembatani penulis-penulis pemula agar lebih eksis di blantika kepenulisan. Spirit ini sesuai dengan nama Sangkar Wiku yang dalam bahasia Sansekerta artinya kumpulan orang-orang pintar yang peduli pada peningkatan SDM.

”Penulis buku adalah orang – orang hebat, karena mereka meninggalkan legacy. Warisan tidak harus berupa uang, tapi juga pengalaman berharga dalam hidup. Dan kita harus ingat kata-kata Buya Hamka, bahwa membaca buku-buku yang baik berarti memberikan makanan rohani yang baik,” tambah desainer terbaik Asia Pasifik tahun 2013 dalam Fiji Fashion Week itu.

Di antara peserta ada sosok yang memberikan testimoni atas perjalanan Samuel, yaitu Ketua DPD Perwama Ina Jateng, Pendeta Marcia Hiariej. Dia mengaku bangga bisa menyaksikan langsung kehadiran Sammy yang di matanya sangat menginspirasi.

”Sejak kecil, saya membaca kisah beliau lewat majalah Femina dan Sarinah, bacaan langganan orangtua saya. Kimi saya bisa bertemu langsung. Ini momen bersejarah, dan harapannya lewat book club bisa lebih mengenalnya,” kata wanita yang akrab disapa Mercy ini. St

You Might Also Like

AGPAII Jateng Minta Kemdikbud Akomodir Guru PAI dalam Seleksi PPPK
Aturan ETLE di Tol Jateng Diberlakukan, Ratusan Pengendara Tercapture dan Sudah Konfirmasi ke Alamat Pelanggar
Yoyok Sukawi: Situasi Pandemi Tak Perlu Diskusi yang Berujung Rasisme
Mbak Ita Sidak Wilayah Tergenang saat Libur Lebaran
Telkom Dukung Akselerasi Digital Sektor Peternakan dengan Platform Antares
TAGGED:dan Jejaringnya LuasKeren...Samuel WattimenaMudah BergaulSelalu Beri Inspirasi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?