By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satpol PP Masih Bersihkan Atribut Porno di SK
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Satpol PP Masih Bersihkan Atribut Porno di SK

Last updated: 23 Oktober 2019 21:52 21:52
Jatengdaily.com
Published: 23 Oktober 2019 21:51
Share
Satpol PP bersihkan atribut porno dengan menghapus menggunakan cat. Foto:Ugl
SHARE

SEMARANG (jatengdaily.com) — Penutupan lokalisasi prostitusi Argorejo Semarang Barat yang melekat dengan nama Sunan Kuning (SK) hingga kini masih belum tuntas.

Setelah penutupan secara resmi lokalisasi SK tanggal 18 Oktober lalu, dan para WPS (Wanita Pekerja Seks) dipulangkan dan masing-masing WPS menerima tali asih, kini petugas Satpol PP masih terus membersihkan konotasi negatif dari nama SK.

Petugas Satpol PP Kota Semarang melakukan penertiban di eks Lokalisasi Sunan Kuning, Rabu (23/10/2019). Karena prostitusi sudah tidak diperkenankan lagi, maka atribut berbau porno harus dicopot atau dihilangkan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, penertiban ini sengaja dilakukan untuk menghilangkan konotasi negatif tersebut.

“Berdasarkan kesepakatan, bisnis karaoke boleh beroperasi asalkan mau mengikuti aturan yang berlaku,” kata Fajar Purwoto.

Menurutnya, pasca penutupan kemarin memang butuh waktu, bagaimana agar karaoke tidak bermasalah. Di antaranya membuat kesepakatan-kesepakatan yang harus ditaati bersama,” jelas Fajar Purwoto.

Salah satu yang menjadi fokus kali ini adalah mencopot papan reklame serta menghapus tulisan dan gambar alat kontrasepsi. Lukisan yang berbau porno juga dilenyapkan.

“Karena masing-masing tempat karaoke ini tidak ada lagi yang namanya kondom. Karena setelah Sunan Kuning resmi ditutup, maka tidak ada lagi kegiatan prostitusi,” tegas Fajar.

Pantauan di lokasi, beberapa pintu kamar karaoke yang berpotensi dijadikan sebagai tempat ‘esek-esek’  dicopoti. Namun, pihaknya mengaku belum bisa melakukan penertiban semua kamar.

“Untuk mengubah kamar-kamar, mereka masih butuh waktu. Karena ini proses. Tapi kami yakin, ke depan, setengah tahun lagi, kamar-kamar sudah tidak ada,” beber Fajar.

Sebelumnya, Pemkot Semarang resmi melakukan penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Jumat (18/10/2019). Dalam kesempatan itu, sebanyak 448 WPS diinstruksikan untuk pulang ke kampungnya masing-masing. Semua WPS juga diberi tali asih sebesar Rp 5 juta per orang. Ugl–st

You Might Also Like

Di Tegal, Empat Orang Dibekuk Karena Penyalahgunaan Narkotika
Berkah Ramadan, Pemuda Tegalgondo Klaten Boyong Mobil Listrik BYD Atto 1 dari Undian BombasTri Indosat
Jalan Rusak di Semarang segera Diperbaiki
Banjir NTT Akibat Siklon Seroja; 128 Orang Meninggal, 72 Orang Hilang dan 8.424 Warga Mengungsi
Imran Nahumarury Ungkap Penyebab PSIS Cuma Seri Lawan Bhayangkara FC
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?