Bupati Demak Gandeng RSKW Edukasi Prokes untuk Tekan COVID-19

Bupati dr Hj Esiti'anah didampingi Kadinkominfo Kabupaten Demak Endah Cahya Rini usai talk show di RSKW terkait penanganan COVID-19 di Kota Wali. Foto: rie
DEMAK (Jatengdaily.com) – Meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Wali yang menjadikannya masuk deret daerah zona merah tentunya memprihatinkan banyak pihak. Utamanya Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, sebagai orang nomor 1 jajaran birokrasi, yang berusaha menempuh berbagai cara menekan laju sebaran virus corona di kabupaten berpenduduk 1,2 juta jiwa lebih ini.
Khususnya terkait tanggung jawabnya dalam percepatan penanganan pandemi, Bupati Eisti’anah mengajak segenap elemen masyarakat turut serta mengatasinya sesuai kapasitas masing-masing. Kali ini ibu dua anak tersebut menggandeng Radio Suara Kota Wali (RSKW) dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan sebaran COVID-19. Termasuk di dalamnya, pelaksanaan standar protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan COVID-19.
Setibanya di halaman RSKW, Bupati disambut oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Demak Endah Cahya Rini didampingi Kabid Komunikasi Statistik Agus Pramono. Bupati Eisti’anah pun langsung memperkenalkan kru radio plat merah itu, mulai dari manajer hingga jajaran penyiar.
“Radio memang media yang bagus dan paling efektif untuk menginformasikan banyak hal pada masyarakat, termasuk hasil pembangunan dan kemajuan daerah. Kita perlu sekali mempertahankan kejayaan radio, demi perubahan masyarakat ke kondisi lebih baik,” ujar bupati.
Terkait COVID-19 dan Demak yang berstatus zona merah, Bupati Eisti’anah menyampaikan, pihaknya sudah berupaya keras untuk menekan laju sebaran dan penambahannya.
“Bagi yang punya usaha mohon sabar, karena kalau kita kompak mengurangi aktivitas dua minggu saja, kita bisa memerangi dan perekonomian bisa naik lagi,” imbaunya.
Disampaikan pula, bersama Forkompimda sudah mengeluarkan SE yang bertujuan memaksimalkan PPKM Mikro. Khususnya area yang ketika ada satu rumah sudah ada lima penghuninya terkena covid maka sudah harus melakukan lock down tingkat RT.
“Kita pusatkan isolasi di desa untuk isolasi terpusat. Kita mohon masyarakat mendukung upaya – upaya kami dalam mengurangi aktivitas paling tidak 1 – 2 minggu. Jika angka covid di Demak turun, Insya’Allah perekonomian akan meningkat,” ucapnya.
Saat kru RSKW menanyakan perihal rencana dan agenda Bupati bersama RSKW, Eisti’anah pun langsung menyampaikan, keinginannya menyapa warga dalam besutan program Bupati menyapa. “Jika memungkinkan diagendakan sebulan sekali,” imbuhnya.
Bupati juga memberi apresiasi kepada RSKW yang masuk nominasi enam besar LPPL se-Jateng. Ia menyampaikan bahwa seluruh masyarkat Demak harus bangga dengan adanya RSKW.
Di akhir acara talk show Bupati Eisti’anah pun me-request tembang Evitamala berjudul Tanda Merah. Yang disebutnya menyerupai kondisi Demak saat ini, dan tentunya tembang lawas itu masih disukai masyarakat Kota Wali. rie-yds