Wakil Rektor II ITB Semarang Dr Sudarman (kiri) dan Camat Limbangan Widodo Ssos menunjukkan naskah MoU. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Desa Margosari Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, jadi Desa Binaan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang. Launching desa binaan ini berlangsung Senin (23/8/2021) hari ini.

Keberadaan desa binaan ini sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi ITB Semarang untuk membantu warga dalam mengembangkan potensi lokal dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) di sana.

Launching desa binaan ITB Semarang dengan Desa Margosari ditandai dengan penandantangan  Memorandum of Understanding (MoU) antara Wakil Rektor II (bidang kerjasama dalam dan luar negeri) ITB Semarang Dr Sudarman SE MM AKT CA CPA dengan Camat Limbangan Widodo SSos dan Kepala Desa Margosari Moh Taufik.

Rektor ITB Semarang Prof Dr Y Sutomo MM mengatakan, kerjasama ini merupakan amal ilmiah dan ilmu amaliah dari sivitas akademika ITB Semarang untuk Desa Margosasi Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. ‘’MoU antara  ITB Semarang dengan Desa Margosari sebagai Desa Binaan ITB Semarang  meliputi  pembinaan di sejumlah bidang,’’ jelasnya.

Menurutnya, ada sedikitnya 10 bidang yang akan dilakukan pembinaan. Diantaranya, adalah pengembangan dan peningkatan kualitas SDM, teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK atau internat) dan lain-lain.

‘’Juga manajemen dan kepemimpinan desa secara bertahap akan kita kembangkan, termasuk manajeman keuangan desanya, manajemen administrasi desa,  soft skill Karang Taruna Desa, leadership, negosiasi, dan komunikasi,’’ jelasnya.

Misalnya, untuk pembinaan Badan Usaha Milik Desa (Bundes) akan dikembangkan sesuai dengan regulasi yang ada. Juga marketing agribisnis untuk hasil bumi, ternak ayam dan  kambing serta lain-lain, yang menyangkut potensi lokal.

Juga menyangkut kewirausahaan, yang perlu dikembangkan agar ada starup-starup baru di Desa Margosari, pemanfaatan sumber air yang akan  dikelola, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Margosari.

Dari 10 bidang tersebut akan dilakukan pembinaan dari ITB Semarang  diwujudnyatakan dalam kegiatan pokok Tri Dharma PT meliputi  pendidikan, penelitian dan program kreativitas mahasiswa PKM. ‘’Ini yang saya katakan tadi merupakan ilmu amaliah dan amal ilmiah dari ITB Semarang, dengan prinsip mana yang lebih mendesak dan lebih penting menjadi skala prioritas,’’ jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, dengan MoU diharapkan  penetapan Margosari sebagai Desa Binaan ITB Semarang,  akan mempunyai manfaat bagi kedua belah pihak.

‘’Bagi ITB Semarang  melalui MoU ini dapat dijadikan sebagai lahan untuk pendidikan, penelitian dan bagi dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan dan termonitor sehingga jelas capaianya,’’ jelasnya.

Sedangkan bagi Desa Magosari melalui MoU ini dapat memanfaatkan seluruh pengetahuan, teknologi dan ketrampilan dari dosen dan mahasiswa  Program Studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi dan S1 Sistem dan Teknologi Informasi (STI) untuk pembinaan dan peningkatan potensi 10 bidang kegiatan di Desa Margosari.

‘’Sehingga eksistensi ITB Semarang di Desa Margosasi dapat memberi andil besar dalam meningkatkan kinerja Desa dalam upaya  melayani dan menyejahterakan masyarakat,’’ jelasnya.

ITB Semarang juga membuka studi lanjut bagi anak-anak dari Desa Margosari lulusan SMA/SMK/MA untuk kuliah. ‘’Baik  fasilitas beasiswa maupun Program Peduli Kuliah (PPK), dimana mahasiswa bisa kuliah sambil bekerja di industri yang bekerjasama dengan kami, ataupun beasiswa KIP. Kami  ITB Semarang siap untuk memfasilitasi studi tersebut,’’ jelasnya.

Kepala Desa Margosari mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih dengan kerjasama ini. Pasalnya lewat kerjasama ini diharapkan akan meningkatkan kualitas SDM dan peningtakan pendapatan warga. ‘’Saya berharap sumber daya manusia dan sumber daya alam dapat tergali dengan maksimail. Sehingga desa dan warga kami menjadi maju,’’ jelasnya.

Menurutnya, sumber daya alam di desanya sangat melimpah dan belum tergarap dengan maksimal. ‘’Kami mendukung penuh desa kami  menjadi desa binaan ITB Semarang.  Kami berharap kegiatan ini sukses dan bisa diimplementasikan desa-desa lain di kecamatan Limbangan yang berjumlah 16 desa,’’ tandasnya.

Hadir juga seluruh jajaran Perangkat Desa Margosasi, Ketua BPD Desa Margosari Prasetiyono beserta jajaranya ddan Direktur BUMdes Margosari Muhammad Khoeri.  Juga Prof Dr Rifda  Naufalin SP MSi  Kepala LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, sebagai mita kerja ITB Semarang.

Prof Dr Rifda intinya mengatakan, sangat mendukung program desa binaan ini. Unsoed, dalam hal ini juga bermitra dengan ITB Semarang untuk mendukung program Desa Binaan di Desa Margosari. Program ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi warga. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya.

Dari pihak ITB Semarang hadir juga Wakil Rektor I Bapak Drs Endro Pramono MM, Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sekaligus Ketua Panitia Dr Amin Kuncoro SE MM, Sekretaris  LPPM  Drs Riyono MSi, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 Manejemen, S1 Akuntansi serta   S1  Sistem dan Teknologi Informasi (STI). She