Loading ...

Pihak Berseteru Ganti Lahan Wakaf yang Terkena Tol Semarang-Demak Diminta Damai

3tol demak

HS Fahrudin Bisri Slamet dan H Ahmad Nur Wahyudi. Foto: sari

DEMAK (Jatengdaily.com) – Upaya pemerintah membangun negeri dengan berbagai infrastruktur mendatangkan beraneka respon masyarakat. Selain dukungan karena berimbas peningkatan ekonomi, tak sedikit di antaranya menyampaikan kekecewaan.

Seperti disampaikan Pembina Yayasan Sunan Kalidjogo Kadilangu R Agus Supriyanto, yang merasa ‘ditinggalkan’ setelah proses serah terima sertifikat asli lahan wakaf Sunan Kalijaga terkena proyek pekerjaan jalan tol pada Agustus 2021. Hingga tiba-tiba ada pekerjaan pengurukan pada lahan yang dimaksud, di saat belum ada kejelasan terkait lahan pengganti.

Baca Juga: Yayasan Sunan Kalidjogo Pertanyakan Ganti Lahan Wakaf yang Terkena Proyek Tol Semarang-Demak

Mengenai persoalan menyangkut proyek strategis nasional dengan keluarga Kasepuhan Kadilangu, Ketua DPRD Kabupaten Demak HS Fahrudin Bisri Slamet menyampaikan keprihatinan. Namun demikian, menurut politisi PDIP tersebut pihaknya tidak bisa intervensi.

“Namun jika melihat kronologis persoalan, yang bersangkutan merasa tidak ada komunikasi lagi sejak proses serah terima sertifikat, ada baiknya menghubungi pihak-pihak yang terlibat ketika itu. Tanyakan langsung bagaimana kelanjutannya,” ujarnya, Jumat (3/11/2021).

Namun akan lebih baik lagi, lanjut FBS, jika pihak-pihak yang berseteru bersatu dan membicarakan persoalan tanah wakaf ini secara kekeluargaan. Toh mereka adalah keluarga besar, keturunan dari seorang tokoh bahkan Waliullah yang sangat dikagumi bangsa ini.

Di sisi lain, Asisten 1 Sekda Kabupaten Demak Bidang Pemerintahan H Ahmad Nur Wahyudi menambahkan, yang namanya proyek strategis nasional mestinya didukung oleh semua elemen bangsa. Sehingga ketika ada masyarakat yang lahannya terkena proyek pekerjaan jalan tol Semarang – Demak tersebut diimbau keikhlasannya. rie-yds