SEMARANG (Jatengdaily.com)- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Banjardowo Kota Semarang.
Tim Kegiatan PPM ini diketuai oleh Azizah Hikma Safitri SSi MSi, anggota tim sekaligus sebagai narasumber yaitu dr Nurina Tyagita MBiomed, dan dr Hesty Wahyuningsih MSiMed.
”Kegiatan PPM kali ini bertujuan untuk membekali Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga/PKK bagaimana cara mengonsumsi gizi seimbang dan memperkuat daya tahan tubuh lawan infeksi virus dan telah berlangsung, Rabu (9/3/2022),” jelas Azizah Hikma Safitri, dalam rilisnya, Senin (21/3/2022).
Azizah selain memaparkan tentang pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik, juga memandu praktek kegiatan tersebut. ”Saya senang, masyarakat Kelurahan Banjardowo antusias dalam menyambut kegiatan ini,” jelasnya.
Sri Hadiningsih, selaku Ketua PKK Kelurahan Banjardowo Semarang, mengungkapkan agar warga Kelurahan Banjardowo mewaspadai penyakit-penyakit yang melanda saat ini yaitu COVID-19 dan demam berdarah. Hadir pula Muchayati, Ketua Forum Kader Kelurahan (FKK) Kelurahan Banjardowo pada kesempatan tersebut.
Sementara itu, dr Hesty pada kesempatan tersebut menyampaikan tentang Diet Gizi Seimbang. Menurutnya, prinsip gizi seimbang memiliki empat pilar utama yaitu pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, menjaga berat badan ideal, menerapkan pola hidup dan sehat. Di Indonesia saat ini, lagi dikampanyekan tentang gizi seimbang yang bernama ‘Isi Piringku’. Kampanye ini menggantikan slogan 4 sehat 5 sempurna. Isi piringku berisi makanan pokok, sayuran, buah-buahan dan lauk pauk. Dimana makanan pokok ukurannya sama dengan jumlah sayurannya.
”Selain itu, kita juga disarankan untuk selalu mencuci tangan, melakukan aktivitas fisik selama 30 menit dan minum air delapan gelas dalam sehari. Pola makan diet yang sehat yaitu meliputi sayuran, buah-buah dan protein. Jangan lupa pilih karbohidrat kompleks, batasi asupan garam dan gula, hindari lemak jenuh dan konsumsi cukup air,” jelasnya.
Menurutnya, setelah mengikuti pola makan diet yang benar dan sehat, pastikan olahraga secara teratur karena dapat membantu mengurangi risiko terkena kondisi kesehatan yang serius serta menjaga berat badan. Pada kasus infeksi COVID-19, obesitas meningkatkan risiko keparahan bahkan bisa kematian.
Pembicara kedua dr. Nurina Tyagita, M.Biomed menyampaikan materinya bertajuk Pengaturan Aktivitas Fisik, perkuat daya tahan tubuh lawan infeksi.
Dalam paparannya dia mengatakan, aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot rangka dan meningkatkan pengeluaran tenaga serta energi.
Secara umum aktivitas fisik dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan intensitas dan besaran kalori yang digunakan yaitu aktivitas fisik ringan, sedang dan berat.
Aktivitas ini mencakup aktivitas yang dilakukan di sekolah, tempat kerja, dalam keluarga atau rumah tangga, dalam perjalanan dan aktivitas lain yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang sehari-hari. Untuk mendapatkan tambahan manfaat kesehatan yang maksimal dengan olahraga yang bertipe aerobik, dilakukan merata sepanjang minggu dan olahraga penguatan otot, minimal intensitas moderat/sedang, dengan frekuensi dua hari per minggu. she
0



