DEMAK (Jatengdaily.com) – Panic buying atau pembelian secara berlebihan hanya akan membuat minyak goreng yang sedang langka menjadi kian menghilang. Maka itu Bupati dr Hj Eisti’anah mengimbau masyarakat Kota Wali tenang, karena pemerintah pusat telah pengadaan cukup sehingga jangan khawatir ada kelangkaan.
Di sela operasi pasar (op) minyak goreng oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Demak di Pasar Bintoro, Bupati Eisti’anah menuturkan, operasi pasar dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah pada masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga normal. Dalam rangka memeringati Hari Jadi Kabupaten Demak ke-519 pula, empat OP minya goreng telah diagendakan.
“Pertama pada Sabtu (26/2), OP minyak goreng curah sebanyak 6 ton di Pasar Bintoro, dikhususkan untuk pedagang dengan harga jual Rp 11.000 per kilogram. Diharapkan mereka menjualnya pada masyarakat seharga Rp 12.800 per kilogram,” kata bupati, didampingi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnaen, Rabu (2/3).
Kedua, Selasa (1/3) kemarin di Pasar Mranggen OP minyak goreng kemasan total sebanyak 2.000 liter. Berkoordinasi PT BES, OP diperuntukkan masyarakat umum, dengan maksimal pembelian 2 liter per orang seharga Rp 14.000 per liternya.
OP ketiga di Pasar Bintoro lagi, Rabu (2/3). Kali ini OP berkoordinasi dengan Bulog Demak, tak hanya menyediakan minyak goreng kemasan total sebanyak 2.000 liter, namun juga menjual sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga murah. Seperti beras, gula pasir, dan tepung terigu.
“Sama halnya OP di Mranggen, setiap warga hanya diijinkan membeli minyak goreng kemasan maksimal 2 liter seharga Rp 14.000 per liternya. Di samping pembeli wajib mengenakan masker, untuk menghindari kerumunan, OP dikelompokkan tiga sesi. Tak i jam 09.00-10.00, 10.30-11.30 dan 12.00-13.00,” terang Iskandar Zulkarnaen.
Op berikutnya dijadwalkan di Pasar Karanganyar. Berkoordinasi pula dengan PT BES, akan disediakan pula minyak goreng kemasan total sebanyak 2.000 liter.
OP akan dilaksanakan lagi di kecamatan lain melihat situasi yang berkembang. Demi menjaga kestabilan harga, serta mengantisipasi kenaikan cukup signifikan.
“Maka itu saya imbau masyarakat tidak perlu panik dengan melakukan aksi borong minyak goreng. Karena hal itu menyebabkannya semakin langka,” tandas bupati. rie-yds
0



