BANJARNEGARA (Jatengdaily.com)- Menyusul kebocoran gas yang terjadi di Sumur Bor Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Bumi Geo Dipa di wilayah Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (12/3/2022) sore, sejumlah pihak melakukan stirilisasi lokasi dan pengecekan.
Hal ini dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi yang melibatkan seluruh pihak, termasuk Polres Banjarnegara beserta tim Gegana Polda Jateng.
Pegecekan untuk memastikan, apakah lokasi sumber aman dari paparan Hidrogen Sulfida (H2S).
Direktur Utama Geo Dipa Riki Ibrahim mengatakan, KBR Gegana Polda Jawa Tengah (Jateng) melakukan pengecekan dengan alat Exam-7000 dan uji tekstur tanah dengan sertech
“Diperoleh bahwa paparan H2S sudah aman dan konsentrasi H2S di bawah ambang batas, terukur 2,1 ppm dengan jarak 1 sampai 3 meter dari sumber paparan (discharge line relief valve),” katanya dalam konferensi pers virtual, Minggu (13/3/2022).
Adapun, untuk ambang batas normal udara bebas berada di level 10 sampai dengan 15 ppm. Oleh karenanya, konsentrasi H2S di lokasi sumber kini sudah aman karena jauh dari ambang batas normal.
Riki juga memastikan, area di luar batas Pad-28 atau lingkungan/area publik dalam kondisi aman dan tidak ada paparan H2S.
Dipastikan jika saat ini paparan H2S dari sekitar Pad-28 tidak terindikasi oleh alat detector dengan jarak kurang lebih +/- 50m.
Namun, akan dipastikan pengukuran di kepala sumur dan sekitar mud-tank atau tempat kejadian setelah mendapatkan izin masuk dari Kapolres Banjarnegara. Seperti diketahui, dalam persitiwa ini, sejumlah pekerja sempat mengalami keracunan gas. Satu orang meninggal dunia. she
0



