Mahasiswa KKN Unnes Giat 11 Beri Edukasi ‘Membangun Mental Tangguh’ bagi Remaja Gunungsari, Ngesrepbalong

3 Min Read
Mahasiswa KKN Unnes Giat 11 foto bersama karang taruna Dusun Gunungsari, ngesrepbalong, Kendal, belum lama ini. Foto:dok

KENDAL (Jatengdaily.com) – Mahasiswa UNNES GIAT 11 melaksanakan program kerja individu mengenai edukasi seputar Growth Mindset di balai Dusun Gunungsari , Ngesrepbalong, Kendal dengan judul “The Power of Yet : Seni Bertumbuh Melalui Proses”, Minggu (23/02/2025).

Acara ini dihadiri oleh anggota karang taruna Dusun Gunungsari sebanyak 21 orang. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dengan pemberian materi mencakup pengertian tentang Growth Mindset serta Fixed Mindset, contoh implementasinya, serta langkah-langkah untuk dapat memiliki Growth Mindset tersebut.

Dini Kusuma W, salah seorang mahasiswi UNNES GIAT 11 mengatakan, di era yang serba cepat ini, isu pengembangan diri menjadi topik yang semakin banyak diperbincangkan, terutama di kalangan generasi muda. Tekanan akademik, tuntutan sosial, serta ketidakpastian masa depan sering kali membuat mereka ragu untuk mencoba hal baru karena besarnya rasa takut mereka akan kegagalan. Padahal, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses belajar dan berkembang.

Untuk itu, berbagai inisiatif yang mendorong semangat pantang menyerah dan pola pikir berkembang (growth mindset) menjadi semakin penting. Salah satu langkah nyata dalam mendukung hal ini adalah melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang mengajak anak muda untuk melihat kegagalan sebagai peluang belajar, bukan hambatan.

Selain pemberian materi, diberikan juga study case yang dikerjakan secara berkelompok untuk kemudian dipresentasikan dengan tujuan membuat suasana lebih hidup serta melatih critical thinking dan kerja sama antaranggota kelompok. Study case yang dijadikan pembahasan disini mengangkat sebuah cerita mengenai sebuah start up yang tengah meluncurkan sebuah produk baru, namun ditengah peluncurannya start up tersebut mengalami berbagai kendala yang pada akhirnya membentuk dua kubu, yaitu kubu “Fixed Mindset” serta kubu “Growth Mindset”.

Para remaja berperan sebagai kubu “Growth Mindset” yang percaya bahwasanya kegagalan yang dialami oleh start up ini merupakan sebuah peluang untuk belajar, memperbaiki kesalahan, serta sebagai pencarian strategi untuk meningkatkan kualitas produk. Implementasi dari study case ini dimaksudkan sebagai refleksi dari kehidupan sehari-hari kita yang tidak luput dari yang namanya menghadapi sebuah kegagalan.

”Setelah study case, peserta turut mengerjakan teka-teki silang yang berisikan pertanyaan dari materi yang sudah dijelaskan tadi untuk mengukur dan memastikan jika para remaja tersebut paham akan materi yang disampaikan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bukti simbolis bahwasanya program kerja ini telah selesai dilakukan,” ujar Dini.

Dari kegiatan edukasi ini, lanjut Dini Kusuma, diharapkan para remaja di Dusun Guungsari mampu memahami bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah  kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dengan pola pikir yang lebih terbuka, mereka akan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan, berani mencoba hal baru, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.

Selain itu, penyuluhan ini juga membantu mereka membangun ketahanan mental, meningkatkan motivasi, dan memperkuat keterampilan problem solving. Pada akhirnya, dengan growth mindset yang kuat, para remaja dapat lebih siap menghadapi perjalanan hidup mereka dengan penuh optimisme dan semangat untuk terus maju. St

 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.