Tim PkM USM Beri Pelatihan Simulasi IoT dengan Wokwi ke Siswa SMK Walisongo Semarang

3 Min Read
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Pelatihan Simulasi IoT dengan Wokwi kepada siswa SMK Walisongo Semarang pada 9 Desember 2025 di Laboratorium SMK Walisongo Semarang. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Pelatihan Simulasi IoT dengan Wokwi kepada siswa SMK Walisongo Semarang pada 9 Desember 2025 di Laboratorium SMK Walisongo Semarang.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Nurtriana Hidayati, S.Kom., M.Kom, anggota Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom, Alauddin Maulana Hirzan, S.Kom., M.Kom, dan Agus Hartanto, S.Kom., M.Kom.

Nutriana mengatakan, kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi teknologi bagi siswa sekolah kejuruan.

Kegiatan itu menghadirkan pemahaman dasar mengenai Internet of Things (IoT) dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba langsung simulasi perangkat melalui platform Wokwi.

”Simulasi ini dirancang agar para peserta memperoleh gambaran praktis tentang cara kerja sensor, aktuator, serta alur komunikasi data dalam sebuah ekosistem IoT,” katanya.

Menurutnya, lingkungan laboratorium yang memadai mendukung penyampaian materi secara interaktif, baik dalam sesi penyampaian konsep maupun praktik langsung.

Waktu pelaksanaan yang terjadwal dengan baik membantu peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan secara optimal.

”Pelatihan ini menghadirkan dosen dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) sebagai narasumber serta fasilitator utama,” ujarnya.

Dia menambahkan, para dosen memberikan arahan terstruktur mengenai konsep dasar IoT, komponen penyusunnya, serta bagaimana teknologi ini digunakan dalam berbagai konteks.

Sementara itu, siswa SMK Walisongo Semarang berperan sebagai peserta aktif yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

”Tujuan utama pelatihan ini adalah memberikan pengenalan konsep dan praktik IoT melalui platform Wokwi. Platform Wokwi dipilih karena mampu menyediakan simulasi berbasis web yang mudah diakses, interaktif, serta mendukung berbagai jenis mikrokontroler seperti Arduino maupun ESP32. Dengan demikian, para peserta dapat memahami alur kerja sistem IoT tanpa harus menggunakan perangkat fisik secara langsung,” ungkapnya.

Pelaksanaan materi, katanya, dilakukan melalui metode penyampaian teori dan praktik. Pada sesi teori, narasumber menjelaskan konsep dasar seperti arsitektur IoT, jenis sensor, konektivitas, dan alur pemrosesan data.

Setelah itu, peserta diarahkan untuk mencoba langsung simulasi perangkat pada Wokwi, dimulai dari rangkaian sederhana hingga pengujian kode pemrograman dasar. Pendekatan ini diberikan agar peserta dapat memahami hubungan antara konsep dan implementasi.

”Kami berharap, dengan adanya pelatihan ini, siswa mampu mengenal dan memahami teknologi IoT secara lebih dekat.Selain itu juga menumbuhkan minat siswa terhadap bidang teknologi masa depan yang semakin relevan di dunia industri. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi yang terus berkembang,” tandasnya. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.