Awal Ramadan 1442H Tak Ada Perbedaan

3 Min Read

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Pengurus Lajnah Falakiyah PBNU Drs KH Slamet Hambali MSi mengatakan, berdasarkan hasil hisab 1 Ramadan 1442 H dimulai Selasa Wage, 13 April 2021M.

‘’Insya Allah tidak ada perbedaan dalam menetapkan awal Ramadan tahun ini. Kita akan bersama-sama memulai awal Ramadan. Senin Pon 12 April malam umat Islam sudah memulai Shalat Tarawih. Tetapi kita tetap menunggu hasil keputusan sidang itsbat dari pemerintah dan menunggu hasil rukyatul hilal,’’ tegas Kiai Slamet, di sela-sela Lokarkarya Imsakiyah Ramadan 1442H/2021M, di di Gedung Teater Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang Ngaliyan, Selasa (16/03).

Lokakarya tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Rektor Dr H Arif Budiman, Ketua LP2M Dr Akhmad Arif Junaidi MAg, Sekretaris LP2M Mokh Sya’roni MAg, Kapus PPM M Rikza Chamami MSi dan Kaprodi Ilmu Falak Moh Khasan MAg.

Selain Kiai Slamet Hambali, sebagai narasumber yaitu Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia sekaligus Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Dr KH Ahmad Izzuddin MAg.

Persiapan Ramadan
Ketua LP2M Dr Akhmad Arif Junaidi MAg menjelaskan, Lokakarya Imsakiyah itu sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi awal bulan suci Ramadan dan bertujuan untuk menyepakati penentuan awal bulan Ramadan,  awal Syawal dan jadwal imsakiyah 1442 H.
“Harapan dari kegiatan ini, jadwal imsakiyah yang disepakati bisa dijadikan acuan bagi lembaga-lembaga dan masyarakat sekitar Semarang”, katanya.

Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19 lokakarya imsakiyah tetap diadakan secara offline dan online. ‘’Untuk offline hanya dihadiri oleh 20 orang saja,  karena sifatnya terbatas,’’ kata Arif Junaidi.

Kiai Slamet Hambali mengatakan, dalam penentuan jadwal imsakiyah hal yang terpenting dan perlu diperhatikan adalah pemilihan titik koordinat dan ketinggian tempat. Secara umum, menurut Kementerian Agama titik koordinat yang digunakan adalah masjid terbesar di kota tersebut, namun menurutnya jika wilayahnya terlalu luas lebih baik menggunakan titik tengah wilayah Kabupaten/Kota yang dijadikan sebagai acuan titik koodinat. “Untuk wilayah kota Semarang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sebagai acuan titik koordinat” katanya.

Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia Ahmad Izzuddin menambahkan urgensi pemilihan rujukan jadwal imsakiyah yang tepat. “Jadwal imsakiyah harus merupakan hasil rumusan dari para pakar yang dapat dipertanggungjawabkan”, katanya.

Dia mengajak kepada masyarakat untuk melakukan kalibrasi terhadap jam masjid yang dipergunakan untuk jadwal imsakiyah. Untuk awal bulan Syawal 1442 H diprediksi jatuh pada hari Kamis Wage,  13 Mei 2021 M, dengan bulan Ramadan 1442H diistikmalkan, karena Posisi hilal Maghrib 29 Ramadan belum memenuhi kriteria MABIMS. ‘’Kita tetap menunggu hasil keputusan sidang itsbat dari pemerintah dan hasil rukyatul hilal yang digelar di seluruh Indonesia,’’ katanya. st

 

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.