Rob di Semarang- Demak Butuh Solusi Komprehensif

3 Min Read
Narasumber dari OPD di lingkungan Pemkab Demak saat menyampaikan paparan pada FGD terkait persoalan dampak rob and abrasi atas pembangunan ruas jalan tol Semarang - Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pesisir dan persoalan rob, kini seakan bagai dua isi mata uang yang tak terpisahkan. Saling identik. Bahkan kehidupan masyarakatnya semakin tergerus, ketika abrasi juga turut menggerus lahan pemukiman dan pencaharian yang terlebih dulu telah tergenang air pasang laut.

Sehubungan itu lah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka (UT) pusat berkoordinasi Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak menggelar Focus Group Discussion (FGD), dengan mengusung tema ‘Pengembangan Model Ecovillage Kawasan Pesisir Demak yang Terdampak Abrasi dan Pengembangan Tol Semarang – Demak’.

Hadir sebagai narasumber yakni Kepala Pusat Penelitian dan Keilmuan LPPM UT Prof Dr Etty Puji Lestari SE MSi, Rektor Unisfat Dr Mohammad Kusyanto ST MT, serta Ketua Tim Penelitian Prof Dr Dyah Astuti. Sementara dari pihak Pemda Kabupaten Demak, diwakili Kurnia Zauharoh dari Dinas Pariwisata, Ahmad Nur Azizul Miftah (Bappeda Litbang), Sunarto (Dinperdagkop UMKM) serta Abdul Sukur (DinPUTaru).

Sedangkan hadir mewakili elemen masyarakat yakni Agus dari Tim Demak Kreatif, dan Susmadi pelaku UMKM. Serta PT Katama Suryabumi, pelaku jasa konstruksi ramah lingkungan yang dalam FGD ini memperkenalkan hasil inovasinya berupa Vertical Speed Drain (VSD). Yakni suatu inovasi yang mampu memasukkan air baku ke dalam perut bumi dengan kapasitas debit hingga seribu liter per menit, sehingga disebutkan cocok sebagai solusi mengatasi banjir.

Dalam sambutannya Prof Etty menyampaikan, pembangunan ruas jalan tol Semarang – Demak meski berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, namun diakui atau tidak telah memberikan multiplier efek positif dan negatif. Karenanya dibutuhkan solusi yang komprehensif baik bagi masyarakat maupun daerah, atas permasalahan rob dan abrasi sebagai dampak pembangunan jalan tol.

“Pengembangan model ecovillage kawasan pesisir Demak yang terdampak rob dan abrasi atas pengembangan tol Semarang – Demak dimaksudkan memfasilitasi masyarakat agar mampu mengidentifikasi, mengkaji serta memecahkan berbagai persoalan yang dirasakan mengganggu,” ujarnya, Jumat (3/6).

Harapannya, masyarakat dapat secara mandiri mampu mencari alternatif pemecahan masalah. Di sisi lain, stakeholder terkait khususnya pemerintah daerah dapat responsif dengan persoalan dihadapi masyarakat, sehingga dapat saling sinergi mengatasi atau menanggulanginya.

“Untuk itu kami membutuhkan informasi dan data dari pihak-pihak terkait termasuk masyarakat, sehingga nantinya sumbangan pemikiran kami dapat menjadi acuan kebijakan dalam mengatasi rob and abrasi atas pengembangan ruas jalan tol Semarang- Demak,” imbuh Prof Etty.

Sementara itu Rektor Unisfat Dr Kusyanto menuturkan, Struktur tata ruang kota menentukan perencanaan pembangunan kota tesebut. Termasuk di antaranya pembangunan ruas jalan tol yang pastinya telah ada perencanaan matang, sehingga membentuk struktur tata ruang kota berbasis tol. rie-yds

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.