Dewan Sarankan Perlu Dirikan Posko Kampung Selama PPKM Skala Mikro

2 Min Read

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng mendukung program pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri menyarankan agar di setiap kampung dapat mendirikan posko untuk memantau atau mengawasi kasus Covid-19.

Dia mengatakan posko itu juga berfungsi sebagai tempat sosialisasi sekaligus koordinasi antarperangkat. Dengan demikian, penerapan PPKM Skala Mikro di level kampung dapat efektif menekan penyebaran Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri. Foto:humas DPRD

“Hal ini menjadi perhatian bersama dimana pusat perdagangan tutup jam 19.00 WIB dan saat PPKM Skala Mikro ini lebih longgar lagi jam 21.00 WIB, serta pentingnya pembentukan posko di kelurahan dan desa. Berbagai usaha itu kita lakukan sampai sejauh ini dan diharapkan masyarakat ikut terlibat dalam penanganan penyebarannya,” kata Politikus PKS itu didampingi Anggota DPRD Provinsi Jateng dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Sukirno dan Kadarwati, Sabtu (20/2/2021).

Dikatakan, organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi lainnya juga perlu diberdayakan selama penerapan PPKM Skala Mikro. Mereka bisa berperan melakukan sosialisasi ke kampung-kampung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Program itu akan berjalan, selain dari kesadaran masyarakat, juga harus ada penegasan. Ada pula yang dimaksud Jogo Tonggo yakni keterlibatan semua pihak di sini yang mengedepankan partisipasi warga untuk saling menjaga,” harapnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo menilai perlunya PPKM di level kampung untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk itu, kebijakan PPKM Skala Mikro dilaksanakan selama 14 hari mulai 9 sampai 22 Pebruari 2021.

Di setiap kampung/ desa konsepnya didirikan posko penanggulangan Covid-19 yang tugasnya memback up tugas Puskesmas dalam pelaksanaan Testing, Tracking, dan Treatment. Termasuk, menjamin tersedianya makanan bagi warga yang isolasi mandiri di rumah atau tempat isolasi yang disediakan desa. st

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.