Museum Kereta Api Ambarawa. Foto: humas KAI

AMBARAWA (Jatengdaily.com)- Setelah objek wisata Lawang Sewu di Kota Semarang dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan, mulai hari ini Jumat (27/8/2021), Museum Kereta Api (KA) Ambarawa  atau Indonesian Railway Museum (IRM) juga beroperasi lagi.

Hal ini menyusul instruksi Bupati Kabupaten Semarang nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Semarang.

Kabar gembira ini dikatakan oleh Kepala Humas Daop 4 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Krisbiyantoro, Jumat (27/8/2021). Adapun jam operasionalnya adalah dari mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Untuk Hari Minggu dan Libur Nasional tutup.

Meski begitu menurutnya, ada sejumlah aturan yang diterapkan dalam kunjungan wisatawan tersebut.

‘’Pengunjung dibatasi hanya yang berusia 12-70 tahun saja, praktis anak-anak belum dibolehkan ikut. Juga adanya protokol kesehatan yang ketat, dan pastinya pengunjung menunjukkan sertifikasi vaksin kepada petugas,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, pada PPKM level 4 kemarin,  objek wisata yang berada di Desa Panjang, Ambarawa, Semarang ini ditutup karena pandemi Covid-19.

Meski telah dibuka kembali namun penerapan prokes sangat ketat. Hal itu meliputi pembatasan jumlah pengunjung, menerapkan social dan physical distancing, menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer serta kewajiban memakai masker.

Di Stasiun yang dibangun oleh Belanda dan diresmikan  tahun 1873  ini, memiliki banyak koleksi.  Beberapa koleksi sarana perkeretaapian heritage seperti puluhan Lokomotif Uap, ada juga Lokomotif Diesel,  kereta dan sejumlah gerbong dari berbagai daerah.

Sebelum Covid-19, para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang dengan rute pulang pergi dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage. Penumpang akan disuguhi pemandangan indah di sepanjang perjalanan.

Selain itu terdapat juga rute kereta Api Wisata Ambarawa-Jambu-Bedono pulang pergi yang menggunakan lokomotif uap bergigi yang melewati rel bergerigi. Uniknya lagi, rel bergerigi ini hanya satu-satunya yang masih aktif di Indonesia, yang merupakan peninggalan Belanda pada masanya itu. She