PTM di Kota Semarang Diawasi Satgas Covid, Ortu Tak Perlu Khawatir
SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada uji coba pertama selama dua minggu lalu dinyatakan berhasil oleh Dinas Pendidikan kota Semarang. Hal ini karena tidak adanya klaster baru di empat sekolah yang menjadi role model.
Selain ketatnya protokol kesehatan yang dijalankan, di masing-masing sekolah sudah sudah ditempatkan Satgas Covid untuk memantau pelaksanaan PTM di Semarang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan masing-masing sekolah di semarang bisa mencontoh empat sekolah role model PTM terkait dengan kesiapan dan proses belajar mengajarnya.
Menurutnya jika tiap sekolah menyadur prosedur dari empat sekolah tersebut niscaya tidak akan ada kasus covid yang terjadi di sekolah.
“Untuk pengawasannya, di masing-masing sekolah sudah ada satgas covid nya, jadi pengawas yang di tingkat internal sekolah sudah ada, lalu masing-masing sekolah selalu berkoordinasi dengan puskesmas setempat, selain dengan camat, kapolsek dan danramil,” kata Gunawan, dilansir Selasa (27/4/2021) dari Humas Pemkot Semarang.
Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang pun turut mengawasi dan memantau masing-masing sekolah. Pengawasan inilah yang membuat uji coba PTM berjalan dengan lancar. Nantinya pengawasan seperti ini akan terus dilakukan hingga pandemi benar-benar usai.
“Dinas kesehatan pun secara diam-diam selalu mengadakan pemantauan, misalnya memantau guru-guru atau siswa yang tidak memakai masker, lalu ada yang berkerumun itu dipantau, kalau ada yang menyalahi prokes langsung ditegur, tapi alhamdulilah selama dua minggu kemarin tidak ada kasus seperti itu,” katanya
Terkait dengan beberapa orang tua (ortu) siswa yang belum memberikan izin kepada peserta didik untuk mengikuti PTM, Gunawan mengatakan semenjak adanya PTM dan orang tua melihat hasilnya, banyak diantara orang tua murid mengizinkan anak-anak mereka untuk akhirnya mengikuti PTM.
Namun jika masih ada yang belum memperbolehkan anaknya ikut PTM, maka akan tetap mendapat pendidikan secara daring.
“Dari kemarin yang uji coba saja, hari kedua ada beberapa orang tua yang sudah memperbolehkan anaknya untuk ikut PTM, jadi memang ada yang belum setuju tapi setelah melihat proses uji coba kemarin dan banyaknya guru yang sudah tervaksin jadi menyetujui untuk anaknya ikut PTM,” ungkapnya. she