Bupati Demak Launching Gerakan Minum TTD, Cegah Anemia dan Stunting

3 Min Read
Bupati dr Hj Eisti'anah didampingi Wabup KH Ali Makhsun serta Pj Sekda H Eko Pringgolaksito dan Kabid Kesmas Sri Pudji Astuti saat melaunching gerakan minum TTD untuk mencegah anemia pada remaja puteri. Foto: sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Gerakan minum tablet tambah darah (TTD) bagi remaja puteri di Kabupaten Demak resmi dilaunching Bupati dr Hj Eisti’anah, Senin (26/9/2022). Seiring masih tingginya angka anemia pada remaja puteri di Kota Wali yakni 54,27 persen pada 2021, yang berpotensi menyebabkan anemia pada ibu hamil serta dampak kelahiran bayi dengan kognitif rendah juga stunting.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Sri Pudji Astuti menyampaikan, menurut riset kesehatan dasar terdeteksi angka anemia pada remaja puteri masih cukup tinggi dan selalu mengalami kenaikan. Bahkan pada kurun 2013-2018 tercatat kenaikan signifikan dari 14,9 persen menjadi 48,9 persen.

Begitu pun hasil pemeriksaan sampel HB di beberapa sekolah dan pondok pesantren, pada 2019 menunjukkan 74,8 persen remaja puteri mengalami anemia. Bahkan meski pada 2021 ada penurunan menjadi 54,27 persen, namun angka tersebut masih tergolong tinggi.

“Maka dalam rangka meningkatkan kepatuhan remaja puteri dalam minum TTD (Fe), sekaligus meningkatkan komitmen pimpinan dan guru kaitannya disiplin minum TTD, diterbitkan SE Bupati Demak Nomor 440/32 tahun 2022. Sebagai landasan pemberdayaan masyarakat sekolah dan madrasah dalam mencegah anemia pada remaja puteri. Adapun pelaksanaan secara serentak setiap Rabu di kelas dalam pengawasan guru kelas,” tuturnya.

Hadir pada kegiatan yang berlangsung di Pendapa Satya Bhakti Praja dan diikuti 27 Kepala Puskesmas, 365 guru SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dan 100 perwakilan siswi itu Wabup KH Ali Makhsun. Serta Pj Sekda H Eko Pringgolaksito, juga dr Puji Mulyati SpGK sebagai narasumber talkshow tentang gizi remaja pencegah anemia.

Mengenai gerakan minum TTD (Fe) rutin setiap Rabu di kelas dalam pengawasan guru, Bupati Eisti’anah menyampaikan, anemia bisa terjadi pada pria dan wanita. Namun karena ada siklus mentruasi setiap bulan, di samping pula ibu yang memiliki bayi harus menyusui, maka anemia lebih rentan terjadi pada wanita.

“Anemia muaranya kemana-mana. Tidak hanya kekurangan darah pada remaja puteri yang kedepan menjadi ibu-ibu dan hamil, namun juga dapat mencegah kelahiran bermasalah pada ibu dan bayinya. Termasuk stunting. Itu lah alasan rutin mengonsumsi TTD penting bagi mereka yang HB-nya rendah,” kata bupati.

Gerakan minum TTD setiap Rabu di sekolah merupakan bentuk komitmen Pemkab Demak dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, termasuk menyiapkan generasi emas pada 2045 dengan. Sebab survei membuktikan generasi muda dengan masalah anemia akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas belajar.

Program perbaikan gizi masyarakat merupakan program pokok untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Sebab masalah gizi berkaitan dengan masalah ekonomi dan perilaku, serta pengetahuan masyarakat. Sehingga keadaan gizi yang optimal dapat meningkatkan produktifitas dan angka harapan hidup. Maka dalam penanganannya tak cukup dilakukan secara medis, namun dibutuhkan pula keterlibatan lintas sektoral. rie-yds

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.