
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pelangi Megah Education menjajaki kerja sama dengan USM Language and Culture Center (LCC). Manajer LKP, Yosie dan pengajar Bahasa Mandarin dari Taiwan, Vincent, Jumat (21/11) menemui Direktur LCC Adi Ekopriyono di kampus Universitas Semarang.
Mereka merancang kegiatan bersama, terkait dengan pengembangan Bahasa Mandarin. Kedua pihak sepakat, Bahasa Mandarin kini telah menjadi bahasa diplomasi, perdagangan, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan.
Menurut Adi Ekopriyono, di era globalisasi yang kompetitif, penguasaan bahasa Mandarin tidak lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. Institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja global.
”Beberapa negara telah membaca peluang ini lebih awal. Singapura misalnya, menjadikan bahasa Mandarin sebagai bahasa resmi kedua selain Inggris, meski mayoritas warganya juga menggunakan bahasa Melayu. Hasilnya, Singapura berhasil memosisikan diri sebagai hub bisnis internasional yang menghubungkan Barat dan Tiongkok,” kata Adi.
Sementara itu, Yosie menjelaskan, LKP Pelangi Megah Education sudah bekerja sama dengan Universitas Keguruan Nasional Taiwan, Changhua.
Di LKP ini, terdapat tiga pengajar dari Taiwan (native speaker) dan puluhan siswa dari berbagai daerah. ”Kami menyelenggarakan kursus secara offline dan online,” katanya.
Kerja sama kedua pihak akan diawali dengan keterlibatan LKP Pelangi Megah dalam International Language Carnival (ILC), program tahunan yang diselenggarakan USM LCC.
Menurut Sekretaris USM LCC Devy Angga Gunantar, ILC akan diselenggarakan Februari 2026, berupa rangkaian seminar dalam bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, dan Prancis. ”Kami tampilkan native speaker tiap-tiap bahasa asing tersebut,” katanya. St
0



