FOTO: Merapi Siaga, Warga Selo Tetap Bertani

Para petani di lereng Gunung Merapi ini terpaksa tetap menggarap lahannya di tengah status Merapi Siaga, karena mereka baru saja mengalami kerugian saat panen tembakau beberapa pekan lalu. Panenan di tengah pandemi COVID-19, membuat harga tembakau jatuh, bahkan Ardi mengaku cuma dapat duit Rp 700 ribu dari hasil seluruh panenan tembakaunya. Foto: yanuar
BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Warga lereng Gunung Merapi sepanjang jalur Cepogo, Selo Kabupaten Boyolali hingga Sawangan Kabupaten Magelang tetap beraktivitas di ladang pertaniannya, di saat Merapi berstatus Siaga.
Mereka mengaku tak bisa meninggalkan aktivitas bertaninya meskipun berada di daerah rawan bahaya. Para petani mengaku bukan berarti mengabaikan bahaya Merapi, namun sejauh ini menurut mereka tetap waspada meski harus bercocok tanam di ladang.
Ardi (40) petani yang menggarap lahannya di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mengungkapkan, saat ini lagi masa tanam untuk jenis tanaman sayuran seperti sawi, cabai atau kol. Jadi kebanyakan warga juga terlihat banyak beraktivitas di ladang, saat status Merapi Siaga.

Saat ini petani di lereng Gunung Merapi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak, rata-rata menanam sayuran seperti cabai, tomat, kol, wortel atau sawi. Dan baru dua pekan terakhir mereka mulai menanam, berdekatan dengan dinaikkannya status Gunung Merapi dari Waspada jadi Siaga. Foto: yanuar

Ardi mengaku mau tak mau tanaman yang sudah telanjur ditanam harus dirawat, apalagi pada masa-masa awal tanam. Ia harus rajin menyiram, memberi pupuk serta menanam lagi lahan yang masih kosong dalam lubang plastik yang sudah dibuat. Biasanya mereka menanam sistem tumpangsari, sehingga dalam satu lahan bisa ditanam beberapa jenis sayuran. Foto: yanuar

Para petani berharap kalau pun Gunung Merapi erupsi atau meletus, tidak merusak tanaman yang sudah digarapnya. Mengingat hasil panenan tembakau sebelumnya yang jatuh dan mereka berharap kali ini panenan bisa memberi keuntungan petani, apalagi petani juga sudah mengeluarkan biaya untuk membeli bibit hingga pupuk. Foto: yanuar

Petani meskipun tetap beraktivitas di ladangnya, namun mereka juga tetap siaga atau waspada, kalau Gunung Merapi erupsi. Ardi mengaku juga siap mengungsi kalau memang kondisinya seperti itu. Nsmun yang jelas saat ini mereka tetap bekerja normal di lahan pertaniannya, demi mencukupi kebutuhan keluarga kalau nanti panenan. Foto: yanuar

Menjadi petani di lereng Gunung Merapi menurut Ardi memang harus siap ketika gunung tersebut erupsi. Bahkan terkadang bisa merusak tanaman khususnya abu Merapi. Namun di balik itu juga ada berkah bahwa lahan pertaniannya subur, sehingga bisa menjadi mata pencaharian warga setempat. Foto: yanuar